Sabtu 30 Mar 2024 23:56 WIB

Kebakaran Mereda, Pangdam Tunggu 2 Jam Mendekat ke Gudang Amunisi

Di dalam gudang terdapat 160 ribu jenis amunisi baik besar maupun kecil

Suasana Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS Kodam Jaya pasca ledakan gudang peluru di Ciangsana, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2024). Menurut Panglima Kodam Jayakarta kebakaran terjadi pada pukul 18.05 WIB dari gudang amunisi yang sudah kadaluawarsa dan tidak ada korban jiwa.
Foto: Republika/Putra M Akbar
Suasana Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS Kodam Jaya pasca ledakan gudang peluru di Ciangsana, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2024). Menurut Panglima Kodam Jayakarta kebakaran terjadi pada pukul 18.05 WIB dari gudang amunisi yang sudah kadaluawarsa dan tidak ada korban jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kebakaran area Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dikabarkan sudah mulai mereda namun Pangdam Jaya Mayor Jendral Mohamad Hasan masih harus menunggu dua jam untuk mendekat.

Hasan mengaku pihaknya belum berani mengambil risiko untuk mendatangi area gudang 6 yang menjadi pusat lokasi kebakaran.

"Dan saat ini kami sedang menunggu 1-2 jam ke depan untuk bisa masuk ke lokasi, mengatasi, memadamkan, karena kami tidak mau mengambil risiko kemungkinan ada ledakan kecil yang akan terjadi," katanya di Bogor, Sabtu.

Dia menjelaskan di dalam gudang tersebut terdapat amunisi kecil maupun besar dengan jumlah total mencapai 160 ribu jenis baik amunisi maupun bahan peledak.

"Ada berbagai jenis amunisi kaliber yang paling kecil sampai dengan kaliber yang sedang," katanya.

Sementara itu petugas gabungan masih terus melakukan pengamanan perimeter untuk menghindarkan warga dari area pusat kebakaran demi keselamatan dan keamanan bersama.

Penjagaan pengamanan dilakukan petugas dari jarak 500 hingga satu kilometer dari lokasi insiden kebakaran. Tidak ada korban meninggal dunia hingga saat ini menurut informasi yang beredar di lapangan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement