Jumat 29 Mar 2024 04:08 WIB

AHY: Pascapemilu Penting Bangun Semangat Rekonsiliasi

Buka bersama Jokowi dan para menteri di Istana tidak membahas politik sama sekali.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Erik Purnama Putra
Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya membangun semangat rekonsiliasi bangsa pascapenyelenggaraan pemilu 2024. Semangat rekonsiliasi itu bisa dimulai dari para elite pemerintahan.

"Ini penting sekali pascapemilu kita ingin membangun semangat rekonsiliasi bangsa dan tentunya dimulai dari para elite yang ada di pusat," kata AHY usai mengikuti buka bersama Presiden Jokowi dan para menteri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/3/2024) malam WIB.

Baca: Audiensi dengan KSAD, Menteri AHY Bangga Bisa Kembali ke Mabesad

AHY mengaku, dalam acara itu tidak ada obrolan mengenai politik. Acara buka bersama, kata dia, digelar untuk memperkuat silaturahmi para pejabat negara. Menurut dia, para pemimpin dan pejabat negara yang solid akan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

"Tadi kita mendengarkan tausiyah juga dari pak wapres kemudian juga ada intinya kita ingin memperkuat silaturahmi, dan ini contoh yang baik jika para pemimpinnya para pejabat negara juga selalu solid dalam segala suasana," ucap AHY.

Menurut AHY, acara buka bersama merupakan suatu tradisi yang baik yang bisa terus dilanjutkan pada masa mendatang. Sebelumnya dalam tausiyahnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak semua pihak untuk mengendalikan diri, terutama pascapenyelenggaraan Pemilu 2024.

Baca: SBY dan Prabowo, Penghuni Paviliun 5A Akmil yang Jadi Presiden

Menurut Ma'ruf, jika tak bisa mengendalikan diri maka bisa menganggu stabilitas negara. Tausiyah itu disampaikan di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga para menteri Kabinet Indonesia Maju saat berbuka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2024).

"Saya kira mudah-mudahan kita semua sebagai bangsa bisa mengendalikan diri apalagi abis pemilu ini. Kalau gak bisa mengendalikan diri nah ini bisa mengganggu. Kita harapkan mudah-mudahan pengaruh puasa, dampak puasa, hikmah puasa," kata Ma'ruf.

RI 2 mengatakan, orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu dan menguasai dirinya adalah orang yang bertakwa. Begitu juga dalam menjalankan ibadah puasa, Ma'ruf menyampaikan yang paling sulit adalah menghentikan hawa nafsu untuk makan dan minum.

Baca: Dikunjungi AHY, Panglima TNI Kenakan Seragam Loreng Kamuflase Terbaru

"Orang ini kan semua untuk makan, kerja untuk makan, apa pun untuk makan. Makanya dalam puasa jangan makan siang. Sebetulnya bukan nggak mau makan siang, makannya dipindah. Jadi dipindahkan ke sahur. Jadi hanya untuk mengendalikan diri saja," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement