Jumat 22 Mar 2024 17:46 WIB

Hujan Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Wilayah DKI Jakarta: Dinas SDA Siapkan Respons Cepat

Dinas SDA juga menyiagakan petugas dan sarana prasarana pompa stationer dan mobile

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Banjir melanda pemukiman warga di Kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (31/1/2024). Banjir yang diakibatkan oleh luapan Kali Sunter tersbut merendam rumah warga dengan ketinggian 30 cm hingga 70 cm. Banjir ini diketahui terjadi lantaran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Menurut warga banjir terjadi sejak subuh.
Foto: Republika/Prayogi
Banjir melanda pemukiman warga di Kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (31/1/2024). Banjir yang diakibatkan oleh luapan Kali Sunter tersbut merendam rumah warga dengan ketinggian 30 cm hingga 70 cm. Banjir ini diketahui terjadi lantaran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Menurut warga banjir terjadi sejak subuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah wilayah di DKI Jakarta dilaporkan terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (22/3/2024). Alhasil, banjir dan genangan terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, curah hujan yang terjadi di beberapa wilayah masuk dalam kategori ekstrem. Ia menyebutkan, di Semanan, Jakarta Barat, curah hujan yang terjadi dengan intensitas 212 mm/hari. 

Baca Juga

Sementara di Pompa Tanjungan, Jakarta Utara, intensitasnya 208 mm/hari."Saat ini, petugas kami masih berupaya untuk meminimalkan dampak hujan deras yang terjadi sejak dini hari," kata dia melalui siaran pers, Jumat (22/3/2024).

Ika menjelaskan, Dinas SDA juga menyiagakan petugas dan sarana prasarana dalam menanggulangi banjir, seperti pompa baik stasioner maupun mobile. Pompa stasioner itu disebut untuk membantu mengalirkan air di wilayah yang mengalami penurunan muka tanah. Sementara pompa mobile digunakan untuk menangani genangan di berbagai lokasi yang tak terjangkau pompa stasioner.

Menurut dia, pihaknya akan terus berupaya untuk mengantisipasi dan meminimalkan genangan yang terjadi. Upaya yang telah dilakukan sejauh ini adalah pembangunan dan penguatan infrastruktur pengendali banjir, seperti waduk, perkuatan tanggul, sistem polder, dan peningkatan kapasitas drainase kawasan.

"Dinas SDA DKI Jakarta juga mengoptimalkan operasional sarana dan prasarana, seperti rumah pompa, pintu air, dan peralatan berat lainnya,” kata Ika.

Berdasarkan data per 15 Maret 2024, Dinas SDA DKI Jakarta telah menyiapkan 580 unit pompa stasioner, 557 unit pompa mobile, dan 845 pintu air yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Kemudian, ada 254 unit alat berat, 460 unit dump truck, dan pasukan biru sebanyak 4.226 personel yang siap siaga hadapi dampak musim hujan ini. 

Ika mengatakan, infrastruktur pengendali banjir di DKI Jakarta dirancang untuk menanggulangi curah hujan ekstrem dengan batas 150 mm/hari untuk infrastruktur makro dan 100 mm/hari untuk infrastruktur mikro. Karenanya, Dinas SDA DKI Jakarta juga rutin melakukan pengerukan di kali, waduk, dan saluran, untuk mengangkat sedimen. Dengan begitu, kapasitas saluran tetap optimal dalam menampung air guna meminimalkan terjadinya genangan saat musim hujan.

“Prinsipnya, kami selalu standby dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para Wali Kota, Camat, Lurah, hingga RT/RW, serta stakeholder dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk mempercepat penanganan banjir dan meminimalkan risiko yang terjadi,” kata dia.

Berdasarkan data BPBD Provinsi DKI Jakarta hingga Jumat pukul 15.00 WIB, banjir masih terjadi di 37 rukun tetangga (RT) dan 15 ruas jalan. Sebanyak 37 RT itu tersebar di wilayah Jakarta Barat. Di antara 37 RT terdampak, dilaporkan terdapat 88 jiwa pengungsi di Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement