Selasa 19 Mar 2024 23:03 WIB

Jaksel Siap-Siap Jadi Pusat Wisata Perkotaan dan Ekonomi Kreatif

Prioritas pembangunan pada 2025, yaitu peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Sejumlah warga mencari udang di Ruang Limpah Sungai Brigif, Cipedak, Jakarta Selatan, Jumat (9/6/2023). Ruang Limpah Sungai Brigif menjadi salah satu alternatif destinasi wisata bagi warga sekitar untuk menikmati suasana ruang terbuka hijau sambil berolahraga. Selain itu Ruang Limpah Sungai Brigif juga berguna untuk menampung sekitar 308.000 meter kubik volume air dari aliran Kali Krukut yang dapat mengendalikan banjir.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah warga mencari udang di Ruang Limpah Sungai Brigif, Cipedak, Jakarta Selatan, Jumat (9/6/2023). Ruang Limpah Sungai Brigif menjadi salah satu alternatif destinasi wisata bagi warga sekitar untuk menikmati suasana ruang terbuka hijau sambil berolahraga. Selain itu Ruang Limpah Sungai Brigif juga berguna untuk menampung sekitar 308.000 meter kubik volume air dari aliran Kali Krukut yang dapat mengendalikan banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menekankan, kawasan wisata perkotaan (urban tourism) dan dukungan sentra ekonomi kreatif menjadi fokus pembangunan Jakarta Selatan pada 2025 dengan tetap memprioritaskan kelestarian lingkungan.

 

Baca Juga

"Musrenbang Kota Administrasi Jakarta Selatan diharapkan dapat menghasilkan perencanaan yang selaras dengan prioritas kewilayahan dan mengeksplorasi potensi wilayah dan partisipasi masyarakat dengan seoptimal mungkin," kata Heru.

Saat membuka Musrenbang Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2024 di Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa, Heru menyebut, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perjalanan Jakarta menuju kota global yang kompetitif.

Prioritas pembangunan pada 2025, yaitu peningkatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

 

Demi mewujudkan Jakarta Kota Global yang berketahanan, inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada 2025 diprioritaskan untuk menangani empat isu utama.

​​​​​​​Yaitu peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur kota, akselerasi pertumbuhan ekonomi, tata kelola pemerintahan yang adaptif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

"Keempat isu utama pembangunan tersebut menjadi acuan dalam menentukan prioritas kewilayahan di setiap kota dan kabupaten," ujar Heru.

 

Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengatakan, penyelenggaraan Musrenbang Jakarta Selatan pada 2024 dilaksanakan secara berjenjang. Dari 574 Rukun Warga (RW) yang melaksanakan rembuk RW, dihasilkan sebanyak 2.333 usulan yang terdiri dari 1.892 usulan fisik dan 441 usulan barang.

 

"Setelah dibahas dalam sidang kelompok kelurahan dan Musrenbang kecamatan, disepakati sebanyak 1.453 usulan yang diterima dan 28 usulan akan dikerjakan pada tahun 2024 serta sebanyak 852 belum dapat terakomodir," ujar Munjirin.

Adapun usulan yang diterima maupun tidak telah sesuai dengan rekomendasi tim teknis dengan mempertimbangkan kelayakan teknis syarat administrasi dan skala prioritas. Kemudian, usulan yang diterima ditindaklanjuti oleh suku dinas terkait untuk dilakukan perbaikan.

 

Usulan langsung yang disampaikan melalui aplikasi E-Musrenbang terdapat sebanyak 73 usulan. Sedangkan untuk hasil reses dewan di Jakarta Selatan sebanyak 1.797 usulan.

 

Lalu, usulan kegiatan terbanyak yakni terkait saluran jalan dan pencahayaan kota. Sedangkan untuk Unit Kerja Pemerintah Daerah (UKPD) yang paling banyak menerima usulan yaitu Suku Dinas (Sudin) Bina Marga, Sumber Daya Air, Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudin Pora) dan Sudin Perumahan.

 

Turut hadir dalam Musrenbang, yakni Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, jajaran Pemprov DKI Jakarta, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Selatan dan pemangku kepentingan lainnya sebagai peserta Musrenbang Kota.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement