Jumat 15 Mar 2024 17:22 WIB

Jokowi Akui Pemerintah Dilema Jaga Keseimbangan Harga Beras

Jokowi menegaskan, upaya pemerintah dalam mengelola pangan nasional tidaklah mudah.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Erik Purnama Putra
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP).
Foto: Dok Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Istana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah dilema dalam menjaga keseimbangan harga beras saat ini. Pasalnya, para petani meminta harga yang tinggi agar bisa mendapatkan keuntungan, sementara masyarakat menginginkan harga yang lebih terjangkau.

Menurut Jokowi, hal tersebut merupakan salah satu kompleksitas tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengelola kebutuhan pangan nasional. Hal ini disampaikan Jokowi saat menyerahkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kompleks Pergudangan Bulog Bakaran Batu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, Jumat (15/3/2024).

Baca: Bukan Paspampres, Kapten Mat Sony Adalah Asisten Ajudan Jokowi

"Kita ini sulit, kalau harga beras turun, saya dimarahi petani. Tapi kalau beras naik, saya dimarahi ibu-ibu," ujar Jokowi, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

Jokowi menegaskan, upaya pemerintah dalam mengelola pangan nasional tidaklah mudah. Salah satu tantangan dalam produksi beras untuk memenuhi kebutuhan pangan tahunan yang sebesar 31 juta ton, yakni masalah kondisi iklim.

"Tapi kalau produksi petani dari petani banyak, ya, kita tenang. Tapi begitu kayak kemarin, musim keringnya panjang, ini nanti pasti nanamnya mundur atau basahnya terlalu, hujannya terlalu lebat, ada yang kena banjir," jelas Jokowi.

Selain itu, kondisi geografis di Indonesia yang beragam juga menyebabkan adanya kompleksitas dalam distribusi dan penanganan pangan di seluruh daerah. "Inilah negara Indonesia yang sangat besar. Kalau negara lain penduduknya 10 juta, 20 juta lebih mudah. Kita 270 juta tersebar di 17 ribu pulau dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Inilah Indonesia," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan, bantuan beras yang telah diberikan sejak Januari kepada keluarga penerima manfaat akan terus berlanjut hingga Juni mendatang. Namun, keberlanjutan bantuan tersebut akan bergantung pada ketersediaan anggaran negara.

"Nanti kalau APBN-nya memungkinkan setelah Juni akan dilanjutkan tapi saya nggak janji, janjinya hanya sampai yang Juni. Nanti saya lihat lagi APBN kira-kira cukup, diteruskan," ucap Jokowi.

Tampak hadir mendampingi Jokowi, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi, dan Penjabat Gubernur Sumatra Utara Hassanudin.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement