Senin 04 Mar 2024 07:34 WIB

Pemkot Bogor Evaluasi Pekerjaan TPT yang Longsor di Muarasari

Pemkot Bogor mengakui salah satu kesulitan adalah memasukan alat berat ke proyek TPT

Kondisi longsor di ruas jalan (ilustrasi)
Foto: Edi Yusuf/Republika
Kondisi longsor di ruas jalan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Jawa Barat, pekan depan memanggil pihak ketiga dan melakukan evaluasi atas pekerjaan proyek tembok penahan tanah (TPT) yang longsor di Kelurahan Muarasari pada Ahad (18/2/2023).

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina di Kota Bogor, Ahad (3/3/2023), mengatakan selama dua pekan ini pengerjaan TPT dihentikan dulu, sambil memberi kesempatan pihak ketiga atau pelaksana proyek mengurus korban-korban meninggal dan luka dalam peristiwa itu.

“Insyaallah minggu depan kita undang pihak ketiganya untuk mengevaluasi pekerjaan yang kemarin. Metode segala macam kita evaluasi, nanti kita sisir lagi,” kata dia.

Pada pekan depan, pihaknya menjadwalkan melakukan evaluasi pekerjaan dan metode perbaikan TPT tersebut.

 

Dinas PUPR juga akan mengundang Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat terkait dengan kejadian itu. Kendati demikian, Rena belum bisa memutuskan kapan perbaikan TPT yang longsor pada 23 Februari 2023 itu akan dilanjutkan. 

Sebab, kata dia, penanganan longsor ini harus segera dilakukan tentu dengan memperhatikan dan memprioritaskan keselamatan di lapangan kerja. “Yang jelas, kalau itu tidak dikerjakan juga simalakama bagi kita. Karena memang di situ banyak rumah penduduk,” ucapnya.

Ia menjelaskan desain TPT itu tidak akan berubah banyak karena sejak awal desain yang dibuat sudah disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Hanya saja, kata dia, saat longsor susulan pada Minggu (18/2) terjadi, para korban yang merupakan pekerja proyek sedang melakukan penggalian tanah secara manual. Penggalian dilakukan secara manual karena alat berat kesulitan untuk masuk lokasi.

“Kalau desain saya rasa nggak terlalu banyak berubah. Karena kesulitannya adalah akses untuk masuk alat berat. Nah kalau alat berat masuk, kita nggak akan gali manual. Akan lebih mudah dan cepat,” katanya.

Pada Ahad (18/2), longsor terjadi di pengerjaan perbaikan TPT di Kelurahan Muarasari, Kota Bogor, Jawa Barat. Sebanyak lima di antara 22 pekerja dalam proyek ini menjadi korban, dengan rincian dua orang meninggal, satu luka berat, dan dua luka ringan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement