Rabu 21 Feb 2024 18:06 WIB

Sebagian Pengungsi Akibat Banjir di Demak Mulai Pulang

Genangan banjir di beberapa desa di Demak sudah mulai surut.

Warga menjemur barang rumah tangga yang masih bisa diselamatkan pascabanjir di Desa Wonorejo, KKabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (18/2/2024). Sebagian pengungsi banjir Demak sudah mulai pulang.
Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
Warga menjemur barang rumah tangga yang masih bisa diselamatkan pascabanjir di Desa Wonorejo, KKabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (18/2/2024). Sebagian pengungsi banjir Demak sudah mulai pulang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian besar pengungsi akibat banjir di Kabupaten Demak Jawa Tengah mulai pulang ke rumahnya masing-masing. Pasalnya genangan banjir di beberapa desa di Demak sudah mulai surut.

"Jika sebelumnya jumlah pengungsi bisa mencapai 29 ribu jiwa dari puluhan desa, kini semakin berkurang menjadi 12.974 jiwa," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto di Demak, Rabu (21/2/2024).

Baca Juga

Ia menjelaskan, daerah yang masih ada genangan banjir hanya tersisa di beberapa desa, seperti di Desa Wonorejo, di antaranya di Dukuh Kedungbanteng, kemudian di Desa Wonoketingal. Dengan dikerahkannya puluhan unit mesin pompa penyedot air, dia berharap genangan banjir semakin cepat surut.

Bupati Demak Esiti'anah mengungkapkan, banjir di Kabupaten Demak terjadi sejak 5 Februari 2024 yang diakibatkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan sungai sekitar yang berdampak di Kecamatan Karangawen, Kebonagung, dan Wonosalam. Setelah surut, kemudian 8 Februari 2024 terjadi banjir di Kecamatan Karanganyar akibat jebolnya tanggul di kiri Sungai Wulan.

"Alhamdulillah, tanggul bisa ditutup dan penyedotan air genangan juga dilakukan secara bersama-sama, sehingga saat ini banyak daerah yang mulai kering. Pengungsi juga banyak yang pulang ke rumahnya masing-masing," katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penanganan banjir, termasuk 13 ribu relawan dari berbagai kabupaten/kota, TNI, Polri, BPBD, dan Kementerian PUPR. Termasuk berterima kasih kepada para donatur, sehingga kebutuhan para pengungsi bisa terpenuhi.

Jalur Pantura Demak-Kudus yang sebelumnya ditutup, katanya, juga sudah mulai dibuka kembali. Setelah banjir surut, Pemkab Demak juga melakukan pembersihan fasilitas umum maupun fasilitas sosial, termasuk perkampungan warga yang sejak banjir banyak sampah dan menghanyutkan harta benda milik warga. Untuk mencegah penyakit, maka akan dilakukan pengasapan (fogging) di semua wilayah terdampak banjir.

Pelajar yang kehilangan perlengkapan sekolah, nantinya Pemkab Demak juga akan mencukupinya, sehingga mereka bisa kembali ke sekolah. Sedangkan jaringan listrik ada yang belum hidup, diserahkan kepada PT PLN yang lebih paham, meskipun Pemkab Demak juga sudah berkoordinasi. Akan tetapi, ketika masih ada genangan tentunya belum memungkinkan dihidupkan demi mencegah adanya korban jiwa.

Pemkab Demak juga memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir mulai dari 20 Februari 2024 hingga 4 Maret 2024. Sehingga selama masa tanggap darurat, diintensifkan tindakan penyedotan genangan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement