Selasa 06 Feb 2024 08:57 WIB

Respons Pandangan Capres, IDI: Puskesmas Harus Punya Integrasi Layanan Kesehatan yang Baik

IDI menyebut masih banyak puskesmas yang tidak miliki tenaga kesehatan lengkap.

Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Cilandak mendata hasil rontgen pasien untuk dilakukan skrining penyakit TBC dengan pemeriksaan rontgen dada dan mantoux di RPTRA Pinang Pola, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2024).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Cilandak mendata hasil rontgen pasien untuk dilakukan skrining penyakit TBC dengan pemeriksaan rontgen dada dan mantoux di RPTRA Pinang Pola, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Mohammad Adib Khumaidi menyatakan bahwa pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) harus kembali pada fungsi untuk membuat masyarakat sehat. Dengan kata lain, puskesmas tidak hanya fokus pada layanan pengobatan atau kuratif saja.

 

Baca Juga

"Puskesmas itu mesti menjadikan masyarakat itu sehat, bukan hanya pusat pelayanan kesehatan, yang akhirnya fungsi-fungsi puskesmas tidak menjadi perhatian, karena masih kuratif seputar membuat rujukan dan mengelola kepesertaan BPJS saja yang (anggarannya) masih besar," kata Adib dalam konferensi pers yang diikuti di Jakarta, Senin (5/2/2024).

Dalam konferensi pers terkait tanggapan debat calon presiden (capres) yang dilangsungkan pada Ahad (4/2/2024) tersebut, Adib menjelaskan, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama atau layanan primer mesti memiliki integrasi kesehatan yang baik. Permasalahannya, menurut Adib, di dalam integrasi layanan kesehatan, masih ada 51,4 persen puskesmas yang tidak memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan.

Sembilan jenis tenaga kesehatan berdasarkan standar Kementerian Kesehatan, yakni dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat (kesmas), sanitarian, petugas laboratorium, dan tenaga gizi. Adib juga mengemukakan, tata kelola puskesmas mesti mendukung tenaga medis agar bisa memberikan layanan yang lebih profesional.

 

"Bicara terkait puskesmas, kita mesti kembalikan ke fungsi public good-nya, ada 10 program puskesmas yang harus terus ditingkatkan," ucapnya.

Ke-10 program puskesmas tersebut, yakni kesehatan ibu-anak dan keluarga berencana (KB), kesehatan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan dan pencegahan penyakit menular, penyuluhan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah (UKS), kesehatan remaja, kesehatan gigi dan mulut, rawat inap 24 jam, dan layanan laboratorium.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement