Selasa 30 Jan 2024 15:58 WIB

Survei LSI Denny JA: Mayoritas Pemilih PPP Coblos Prabowo-Gibran

Sekitar 43,7 pemilih PPP coblos Prabowo-Gibran dan 36 persen pilih Anies-Muhaimin.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Erik Purnama Putra
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby.
Foto: istimewa/tangkapan layar
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Al Faraby, mengatakan, pilihan dewan pimpinan pusat (DPP) partai politik tidak seutuhnya diikutui oleh konstituen atau pemilih. Halitu juga berlaku bagi partai berlambang Ka'bah.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Denny JA, Adjie menyebut, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang bergabung di koalisi pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, pemilihnya tidak mengikuti instruksi DPP. Pemilih PPP lebih banyak memilih pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga

"Partai lain rata-rata atau mayoritas pemilihnya konsisten tegak lurus dengan sikap partai. Tapi PPP, yang partainya mendukung Ganjar-Mahfud, pemilihnya mayoritas memilih Prabowo-Gibran," kata Adjie dalam paparan di Jakarta, Selasa (30/1/2024).

Adjie menyebut, sekitar 43,7 persen pemilih PPP menetapkan pilihannya kepada Prabowo-Gibran. Sisanya 36 persen memilih Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar dan hanya 15,1 persen memilih pasangan Ganjar-Mahfud.

Sedangkan partai parlemen lainnya mayoritas pemilih mengikuti arah koalisi partai. Seperti Partai Gerindra sebanyak 92,3 persen pemilihnya memilih Prabowo-Gibran. Sisanya 4,5 persen memilih Anies-Muhaimin dan 1,9 persen memilih Ganjar-Mahfud.

Berikutnya PDIP, sekitar 59,7 persen pemilihnya memilih pasangan Ganjar-Mahfud. Sisanya 34,6 persen memilih Prabowo-Gibran dan 1,7 persen memilih pasangan Anies-Muhaimin.

"PDIP walau mayoritas pemilihnya memilih Ganjar-Mahfud, tapi tidak sedikit juga yang memilih pasangan Prabowo-Gibran,"ujar Adjie.

Sementara itu Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan  Bangsa (PKB)dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mayoritas pemilihnya memilih Anies-Muhaimin. Ketiga kader partai tersebut mengikuti instruksi DPP.

Nasdem sebanyak 70,8 persen pemilihnya memilih Anies-Muhaimin, 22 persen memilih Prabowo-Gibran, dan 3,9 persen memilih Ganjar-Mahfud. Untuk PKB, ada 51,4 persen memilih Anies-Muhaimin. Sisanya 35,4 persen memilih Prabowo-Gibran, dan 8,3 persen memilih pasangan Ganjar-Mahfud.

PKS, hampir 87,3 persen pemilihnya memilih pasangan Anies-Muhaimin. Sisanya 8,9 persen memilih Prabowo-Gibran dan 2,9 persen memilih pasangan Ganjar-Mahfud.

Partai Demokrat, 73,2 persen pemilihnya memilih pasangan Prabowo-Gibran. Sisanya 13,1 persen memilih pasangan Anies-Muhaimin dan 13,7 persen pemilihnya ke pasangan Ganjar-Mahfud.

Adjie mengatakan LSI melakukan survei terbaru periode 16-26 Januari 2024 atau pascadebat cawapres kedua. Metode survei yang dilakukan oleh multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang, dan margin of error 2,3 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement