Senin 22 Jan 2024 18:47 WIB

Polisi Masih Selidiki Penyebab Tembok SPBU Tebet Roboh

Tembok tidak kuat menahan terpaan angin kencang dan roboh mengenai warung kecil.

Rep: Ali Mansur/ Red: Erik Purnama Putra
Petugas Sudin Gulkarmat Jaksel menangani insiden tembok SPBU Tebet roboh pada Ahad (21/1/2024), yang menyebabkan tiga orang tewas.
Foto: Antara
Petugas Sudin Gulkarmat Jaksel menangani insiden tembok SPBU Tebet roboh pada Ahad (21/1/2024), yang menyebabkan tiga orang tewas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi masih menyelidiki penyebab tembok stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Jalan Dr Soepomo, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (21/1/2024), roboh menimpa sebuah warung kecil. Akibat insiden tersebut sebanyak empat orang tertimpa, yang tiga korban di antaranya meninggal di lokasi.

Polisi mendapat laporan, tembok setinggi empat meter itu sudah mengalami kemiringan sejak beberapa hari sebelum roboh. Namun, pengelola SPBU terkesan membiarkan tembok tersebutt.

"Kalau dilihat dari posisi tembok itu cukup tinggi, pagar dengan tinggi empat meter kondisinya mungkin juga di bawahnya kurang kuat, jadinya seperti itu (roboh), dan ada kemiringan," ujar Kapolsek Tebet, Kompol Murodih kepada awak media di Jakarta, Senin (22/1/2024).

Karena itu, pihaknya bakal menelusuri adanya dugaan kelalaian dalam insiden tembok toboh tersebut. Kemudian, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk manajemen SPBU dan pegawainya.

 

Murodih mengaku, sampai saat ini, jajarannya belum mengetahui pemicu robohnya tembok tersebut. Tetapi dugaan sementara, kemiringan tembok akhirnya runtuh akibat terpaan angin besar.

"Harusnya diperbaiki, karena kondisi bangunannya nggak normal. Seperti tembok yang lain kan lurus, biasa, kalau ini kan mungkin ada kemiringan kan nggak normal, harusnya diperbaiki," tutur Murodih.

Adapun insiden tembok roboh terjadi pada Ahad sekitar pukul 13.00 WIB. Diduga tembok tersebut sudah mengalami retak ditambah pada saat kejadian terhadi angin kencang. Sehingga tembok tidak kuat menahan terpaan angin kencang dan roboh mengenai warung kecil.

"Di luar ada korban yang sedang jualan makanan, sehingga robohan timpa. Ada empat korban, tiga meninggal dunia, satu alami luka-luka sekarang dirawat di rumah sakit terdekat," terang Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi.

Ketiga korban meninggal dunia bernama Samedi Iriyanto (80 tahun), Ny. Thio Tjnnio (74), dan Ami Kusuma Dewi (35). Sedangkan korban luka berat bernama Muhammad Febian (8). Ketiga korban tewas dibawa ke rumah sakit Dr Cipto Mangunkusumo untuk diautopsi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement