Kamis 11 Jan 2024 15:02 WIB

BPBD: Awal Januari, 64 Bencana Terjadi di Jabar

BPBD Jabar mencatat ada sebanyak 64 bencana terjadi di awal Januari 2024.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan
Kondisi salah satu rumah yang nyaris roboh akibat pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi, Jabar. BPBD Jabar mencatat ada sebanyak 64 bencana terjadi di awal Januari 2024.
Foto: ANTARA/Aditya Rohman
Kondisi salah satu rumah yang nyaris roboh akibat pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi, Jabar. BPBD Jabar mencatat ada sebanyak 64 bencana terjadi di awal Januari 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan sebanyak 64 kejadian bencana terjadi di wilayah Jawa Barat pada awal Januari tahun 2024. Bencana mulai dari bencana longsor, gempa, banjir, dan angin kencang.

"Sejak tanggal 1 Januari sampai 11 Januari terdapat 64 kejadian bencana," ucap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat, saat dikonfirmasi, Kamis (11/1/2024).

Baca Juga

Ia mengatakan bencana yang terjadi terdiri dari bencana longsor 31 kasus, angin kencang 18 kasus, banjir 11 kasus, gempa bumi empat kasus. Sedangkan bencana lainnya relatif belum ada.

Akibat bencana yang terjadi, ia menuturkan terdapat 7174 orang yang terkena dampak serta empat orang meninggal dunia. Selain itu 414 rumah mengalami kerusakan. Terdiri atas 304 rusak ringan, 1.564 rumah terendam. Sebanyak 30 rumah rusak berat dan 80 unit rumah rusak ringan.

Hadi mengatakan korban meninggal dunia akibat bencana dunia yaitu longsor di Kasomalang, Subang yang menyebabkan dua orang menjadi korban. Sedangkan satu orang meninggal akibat tertimbun di Bandung Barat dan satu orang di Kabupaten Garut.

Pada awal tahun 2024, sejumlah peristiwa bencana terjadi di beberapa daerah seperti di gempa bumi di Kabupaten Sumedang yang menyebabkan ribuan rumah rusak. Kemudian longsor di Subang menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Sedangkan di Bandung Barat satu orang tewas karena tertimbun longsor. BMKG mengungkapkan periode Januari hingga Februari akan memasuki masa puncak musim hujan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement