Jumat 29 Dec 2023 14:02 WIB

Presiden Jokowi Ingin ASN Fresh Graduate Diprioritaskan di IKN

Pemerintah berencana membuka formasi ASN pada 2024.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus raharjo
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Abdullah Azwar Anas melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Sleman, Senin, (13/2).
Foto: Humas Pemkab Sleman
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Abdullah Azwar Anas melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Sleman, Senin, (13/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin penempatan lulusan baru atau fresh graduate dalam rekrutmen ASN tahun 2024 lebih banyak diprioritaskan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Anas usai menghadap Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (29/12/2023).

“Kami tadi melaporkan terkait pematangan skenario rekrutmen ASN di tahun 2024. Dan beliau minta fresh graduate yang hebat-hebat nanti salah satunya diberi ruang banyak di IKN,” kata Azwar.

Baca Juga

Kendati demikian, Azwar enggan menyebutkan berapa banyak formasi ASN yang akan dibuka di 2024 nanti. Menurutnya, hal itu akan disampaikan oleh Presiden Jokowi pada Januari awal.

“Jadi jumlahnya saya belum bisa umumkan hari ini karena nanti di bulan pertama, Januari minggu pertama Presiden akan mengumumkan. Nanti ada kita akan menyelesaikan yang 1,6 juta PPPK. Ini nanti akan kita beresin. Tentu nanti skenarionya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas dia.

Azwar menjelaskan, rekrutmen fresh graduate di tahun depan, salah satunya difokuskan untuk talenta digital yang diperlukan di daerah. “Tetapi talenta digitalnya bukan marketing digital seperti pinjaman online dll, tapi lebih ke hulunya, misalnya digital di sektor pertanian, dst,” lanjut dia.

Terkait rekrutmen ASN khusus putra daerah, Azwar mengatakan pemerintah belum memutuskan berapa banyak jumlah yang akan diperuntukan bagi putra daerah.

“Ada afirmasi yang dimohonkan banyak daerah, misalnya apakah 10, 20 persen untuk putra daerah, tetapi putra daerah ini tidak langsung lulus tetap ikut seleksi, nanti dari situ berapa persen. Nah ini sudah kami sampaikan mungkin nanti dalam waktu dekat akan diputuskan,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement