Selasa 19 Dec 2023 17:04 WIB

Libur Natal dan Tahun Baru, Pengunjung Bandung Zoo Diprediksi 4.500 Orang Sehari

Bandung Zoo telah menyiapkan sejumlah layanan dan hiburan khusus.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah
Pengunjung melihat banteng di area Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/7/2023). Pihak pengelola menyatakan, Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo akan tetap beroperasi seperti biasa sambil menunggu hasil putusan di Mahkamah Agung terkait sengketa kepemilikan lahan.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pengunjung melihat banteng di area Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/7/2023). Pihak pengelola menyatakan, Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo akan tetap beroperasi seperti biasa sambil menunggu hasil putusan di Mahkamah Agung terkait sengketa kepemilikan lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah masyarakat mudik saat Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mencapai 107 juta orang. Peningkatan kunjungan juga diperkirakan terjadi di sejumlah tempat wisata di Kota Bandung, salah satunya Bandung Zoo.

Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi’i memperkirakan adanya lonjakan kunjungan mulai 23 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024. “Rata-rata nanti sekitar 4.500-an dari 23 sampai tanggal 1, itu peak-nya,” kata Sulhan kepada Republika, Selasa (19/12/2023).

Baca Juga

Jumlah ini, kata dia, jauh lebih tinggi dibandingkan Nataru tahun sebelumnya yang saat ini masih dibayangi kekhawatiran penyebaran Covid-19. Untuk mengakomodir tingginya kunjungan, Bandung Zoo telah menyiapkan sejumlah layanan dan hiburan khusus. 

“Kita tambahannya ada kereta tabun. Kereta tabun itu kereta yang lokomotifnya ditarik oleh mobil, ada dua gerbong yang bisa diisi sekitar 30 orang, itu berbayar Rp 25 ribu per pengunjung,” kata Sulhan.

 

“Selain itu, mulai 23 Desember sampai 1 Januari akan ada zona kuliner, sebutnya Zulineri, isinya kuliner-kuliner tradisional dan western. Ada bangku-bangkunya juga, ada live music selama 10 hari itu,” katanya.

Meski lonjakan diprediksi baru dimulai beberapa hari mendatang, namun jumlah pengunjung Bandung Zoo sudah terpantau meningkat sejak beberapa hari lalu. Dia mengatakan untuk hari kerja (weekday) jumlah kunjungan sudah berada di kisaran 1.500 hingga 2.000 orang per hari.

“Itu sudah di atas rata-rata kunjungan di weekday, biasanya kita hanya di kisaran 500 orang lah per hari, sekarang 1.500 sampai 2.000 per hari,” kata Sulhan.

”Weekend bisa sampai 2.500-an atau lebih, paling rendahnya 2.500-an,” katanya.

Sulhan mengatakan, untuk memaksimalkan layanan, Bandung Zoo akan menambah waktu jam operasional selama masa libur Nataru. Jika biasanya Bandung Zoo tutup pukul 16.00 WIB, maka selama libur Nataru, jam operasional akan ditambah menjadi 17.00 WIB.

“Jam operasional kita tambah satu jam, kita buka gate jam 9.00 WIB, tutup jam 17.00 WIB,” kata Sulhan.

Untuk tiket, Sulhan memastikan tidak ada perubahan harga baik saat hari kerja maupun akhir pekan. Untuk hari kerja, tiket masuk masih dibanderol dengan harga Rp 50 ribu, sedangkan akhir pekan dan libur nasional di harga Rp 60 ribu.

Saat ditanya upaya antisipasi lonjakan kendaraan dan puncak musim penghujan, Bandung Zoo telah bekerja sama dengan Sabuga untuk penyediaan kantong parkir tambahan. Dia juga menghimbau pengunjung untuk datang di pagi atau siang hari karena dikhawatirkan hujan akan turun pada sore harinya.

“Tapi kalau mau menikmati sampai sore juga di tempat kita nanti ada zoolinery. Dan kita juga punya beberapa restoran di dalam.  Kita juga memiliki beberapa fasilitas baru yang bisa dinikmati selama akhir libur lebaran ini atau sama Nataru ini,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement