Selasa 12 Dec 2023 15:18 WIB

Gunung Berapi Dapat Meletus Kapan Saja, Warga Diserukan Patuhi Peta Kawasan Rawan Bencana

Masyarakat harus menghindari zona yang memungkinkan dilewati lahar dingin.

Seorang petani merawat sawahnya saat Gunung Marapi memuntahkan material vulkanik ke udara di Agam, Sumatera Barat, Indonesia, Rabu (6/12/2023). Tim penyelamat sedang mencari seorang pendaki wanita yang terjebak dalam letusan gunung berapi di akhir pekan yang menewaskan hampir dua belas pendaki dan melukai beberapa lainnya.
Foto: AP Photo/Ardhy Fenando
Seorang petani merawat sawahnya saat Gunung Marapi memuntahkan material vulkanik ke udara di Agam, Sumatera Barat, Indonesia, Rabu (6/12/2023). Tim penyelamat sedang mencari seorang pendaki wanita yang terjebak dalam letusan gunung berapi di akhir pekan yang menewaskan hampir dua belas pendaki dan melukai beberapa lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Sumatra Barat, Dian Hadiyansyah, mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi peta kawasan rawan bencana (KRB). Peta tersebut dibuat oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Terkait mitigasi, masyarakat harus mengikuti peta KRB yang sudah dikeluarkan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi," kata Hadiansyah di Padang, Selasa (12/12/2023).

Baca Juga

Hal tersebut disampaikan Ketua IAGI setempat mengingat ancaman letusan gunung api yang dapat terjadi kapan saja. Hadiansyah mengingatkan bahwa peta KRB yang dikeluarkan Kementerian ESDM sudah jelas menggambarkan daerah mana saja yang berpotensi dilewati lahar dingin.

Berdasarkan peta KRB yang diterbitkan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, terdapat dua zona aliran lahar dingin. Ada zona berbentuk lingkaran dan zona berbentuk aliran.

"Artinya, masyarakat harus menghindari zona-zona yang memungkinkan dilewati lahar dingin seperti sepanjang sungai dan lembah," kata Hadiansyah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement