Senin 11 Dec 2023 21:40 WIB

Hasil Revitalisasi, Jembatan Otista Bogor Bersiap Uji Beban

Uji beban Jembatan Otista akan dilakukan pada 15 Desember ini.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau proses pembangunan Jembatan Otista, Kota Bogor, Sabtu (9/12/2023).
Foto: Republika/ Shabrina Zakaria
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau proses pembangunan Jembatan Otista, Kota Bogor, Sabtu (9/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat mempersiapkan uji beban laik jalan terhadap badan Jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista) di pusat kota yang direvitalisasi menjadi lebih lebar. Pelebaran jembatan penghubung wilayah Tugu Kujang ke Suryakencana itu guna mengurai kepadatan lalu lintas dan mampu dilintasi moda transportasi trem di masa depan.

Wai Kota Bogor Bima Arya usai meninjau jembatan Otista dan rapat koordinasi bersama Forkopimda di sekitar lokasi, akhir pekan lalu, mengatakan, pembangunan ulang jembatan tersebut berjalan sesuai rencana untuk dapat diresmikan pada akhir tahun ini. Revitalisasi juga menempuh semua prosedur yang harus dilalui untuk memastikan jembatan laik digunakan sesuai aturan yang ada.

Baca Juga

"Karena itu, kita pastikan ada tahapan untuk memastikan kekuatan dari betonnya," kata Bima.

Jembatan Otista Kota Bogor merupakan jembatan yang menghubungkan masyarakat di wilayah timur kota dengan wilayah tengah kota. Jembatan ini menyumbat lalu lintas kendaraan selama puluhan tahun yang merupakan salah satu penyebab kemacetan di pusat Kota Bogor selama ini.

 

Pemerintah Kota Bogor pun kemudian merevitalisasi jembatan Otista dengan anggaran lebih kurang Rp 101 miliar. Anggaran itu terdiri atas pembebasan lahan sebesar Rp 52 miliar dan Rp 49 miliar untuk proses konstruksi. Target revitalisasi berjalan selama 9 bulan sejak April -Desember 2023.

Bima menyampaikan untuk memasuki tahapan laik fungsi jalan, usia beton minimal harus berusia 21 hari sampai 28 hari untuk bisa dilakukan uji beban. "Jadi nanti begitu umur beton, atau usia beton itu cukup, diperkirakan tanggal 15 Desember itu kita rencanakan melakukan fase uji beban. Jadi ada aturan itu, harus melalui seperti itu," katanya.

Setelah semua tahapan uji laik fungsi jalan dilalui, kata dia, selanjutnya akan ditentukan jalan tersebut sudah bisa digunakan dan dilalui kendaraan. Sambil menunggu usia beton cukup untuk dilakukan uji laik fungsi jalan, saat ini juga sedang dirapikan di sayap jembatan dengan dilakukan pemadatan badan jalan.

Bima memastikan sistem satu arah (SSA) tetap akan diberlakukan ketika jembatan Otista dibuka. Nanti akan dipasang rambu-rambu untuk mendukung penerapan kembali SSA.

"Kita pastikan Sistem Satu Arah tetap akan diberlakukan. Jadi tidak ada perubahan kembali lagi, jadi dua arah itu tidak ada. Nanti Dishub dan teman-teman Lantas di bawah koordinasi pak Kapolresta, pak Kasat lantas akan memastikan penempatan rambu-rambu yang diperlukan," kata dia.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement