Selasa 05 Dec 2023 18:04 WIB

BMKG Imbau Masyarakat Natuna Waspada Cuaca Ekstrem 5 Hingga 7 Desember

Cuaca ekstrem dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

Wisatawan bermain menjauh dari ombak saat gelombang tinggi. (ilustrasi). BMKG mengimbau masyarakat Natuna mewaspadai cuaca ekstrem pada 5 hingga 7 Desember 2023.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Wisatawan bermain menjauh dari ombak saat gelombang tinggi. (ilustrasi). BMKG mengimbau masyarakat Natuna mewaspadai cuaca ekstrem pada 5 hingga 7 Desember 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau untuk selalu waspada sebab di daerah itu berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Utamanya pada 5 hingga 7 Desember 2023.

"Pada periode 5-7 Desember beberapa wilayah Natuna akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Ranai, Feriomex Hutagalung melalui keterangan tertulis yang diterima di Natuna, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga

Ia menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut berpotensi terjadi pada pagi, siang, dan dini hari. Kondisi tersebut karena adanya daerah pertemuan massa udara (konvergensi) dan daerah belokan angin di wilayah Perairan Natuna.

"Kondisi itu memengaruhi pertumbuhan awan-awan yang berpotensi menyebabkan hujan menjadi meningkat di Kabupaten Natuna," kata dia.

 

Selain berpotensi hujan, kata dia, peningkatan gelombang dengan kategori ketinggian sedang hingga tinggi juga berpotensi terjadi di beberapa perairan di Natuna. Dia mengatakan, gelombang dengan kategori sedang atau 1,25 sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Utara Kepulauan Natuna, Perairan Barat Kepulauan Natuna, Perairan Selatan Kepulauan Natuna-Midai dan Perairan Kepulauan Subi-Serasan serta laut Natuna.

Sedangkan gelombang dengan kategori tinggi 2,5 sampai 4 meter berpotensi terjadi Laut Natuna Utara. Oleh karena itu ia mengingatkan kepada masyarakat dan kapten kapal yang melewati perairan tersebut untuk selalu berhati-hati dan memantau perkiraan cuaca.

"Cuaca ekstrem dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung, genangan air, banjir, dan tanah longsor di wilayah Pulau Bunguran, Pulau Tiga, Pulau Serasan, Pulau Subi, Pulau Midai dan Pulau Laut," kata dia.

 

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement