Selasa 05 Dec 2023 16:32 WIB

Proyek di Tanjung Barat-TB Simatupang Bikin Macet, Pemprov: Selesai Februari

Plt Kadis SDA DKI sebut proyek di Tanjung Barat-TB Simatupang selesai Februari 2024.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bilal Ramadhan
Kemacetan di depan gedung Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Plt Kadis SDA DKI sebut proyek di Tanjung Barat-TB Simatupang selesai Februari 2024.
Foto: Republika.co.id
Kemacetan di depan gedung Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Plt Kadis SDA DKI sebut proyek di Tanjung Barat-TB Simatupang selesai Februari 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menanggapi terkait pembangunan polder atau kolam retensi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Menurut dia, pengerjaan pembangunan itu selesai pada Februari 2024.

"Ya, selesai sekitar pada Februari 2024," kata Ika saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/12/2023).

Baca Juga

Namun, jawaban Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum berbeda dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Syafrin mengatakan, pembangunan tersebut selesai pada 15 Desember 2023.

"Ya, Mbak aja yang dorongin (ke Pak Syafrin)," kata dia.

Sebelumnya diketahui, masyarakat mengeluhkan kemacetan yang terjadi setiap hari akibat pembangunan polder atau kolam retensi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Pembangunan polder yang paling dikeluhkan berada di samping Gerbang Tol Antam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, jajarannya sudah menerapkan rekayasi lalu lintas di kawasan itu. Dengan begitu, kemacetan parah yang dikeluhkan pengendara setiap hari bisa diminimalkan.

"Pembangunan polder di TB Simatupang sampai tanggal 15 Desember 2023. Selama pembangunan akan dilakukan rekayasa lalu lintas karena pembangunannya akan makan satu sampai dua lajur," kata Syafrin kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/11/2023).

Syafrin pun mengimbau masyarakat untuk menghindari Halan TB Simatupang dan menggunakan jalan alternatif lain. Hal itu karena kemacetan di kawasan itu tidak bisa dihindari.

"Ada beberapa jalan alternatif. Masyarakat bisa menghindari Jalan TB Simatupang. Setelah pekerjaan selesai, nantinya jalan akan kembali normal," ujar Syafrin.

Pantauan republika.co.id di lokasi, kemacetan di depan gedung Antam memang sudah berlangsung selama berbulan-bulan akibat ditutupnya satu lajur. Penyempitan itu membuat kemacetan semakin menjadi-jadi, khususnya ketika sore sampai malam hari hingga flyover Tanjung Barat.

Sebelumnya, warganet di media sosial X mengeluhkan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan yang macet. Salah satu akun X dengan username @indrasutiyarso yang viral menjelaskan, kemacetan di kawasan tersebut sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement