Jumat 01 Dec 2023 15:19 WIB

20 Sekolah Terpaksa Diliburkan Akibat Banjir, Dimana Saja?

Satuan pendidikan diminta lebih mengutamakan keselamatan siswa.

Kondisi salah satu gedung sekolah di Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat terendam banjir yang mengakibatkan aktivitas pembelajaran di sekolah diliburkan.
Foto: ANTARA/HO-BPBD Kapuas Hulu
Kondisi salah satu gedung sekolah di Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat terendam banjir yang mengakibatkan aktivitas pembelajaran di sekolah diliburkan.

REPUBLIKA.CO.ID, KAPUAS HULU--Banjir yang melanda sejumlah dataran rendah di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), menyebabkan sejumlah aktivitas masyarakat terganggu. Bahkan 20 sekolah di daerah tersebut terpaksa diliburkan akibat terdampak banjir.

"Data sementara 20 sekolah yang diliburkan karena kondisi banjir, sedangkan ulangan sekolah akan dimulai pada 4 sampai 9 Desember 2023, akan tetapi keselamatan paling utama," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Petrus Kusnadi, di Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (1/12/2023).

Baca Juga

Jika masih dalam kondisi banjir, kata dia, maka dicari alternatif pelaksanaan ulangan sekolah seperti ulangan dari rumah atau penundaan jadwal ulangan. Menurutnya, aktivitas belajar mengajar tetap dilaksanakan di rumah masing-masing dan terus dipantau oleh koordinator pendidikan setempat.

Ia mengatakan sekolah yang terdampak banjir tersebar di sejumlah kecamatan. Terutama daerah pesisir seperti Kecamatan Putussibau Selatan, Bika, Bunut Hilir, Embaloh Hilir, Boyan Tanjung, dan beberapa daerah yang juga merupakan dataran rendah.

 

Petrus mengimbau kepada masing-masing satuan pendidikan di daerah rawan banjir untuk lebih mengutamakan keselamatan para murid dan tenaga pendidik. Selain itu, pihak sekolah juga diminta mengamankan sejumlah barang dan dokumen penting sebagai aset atau milik sekolah.

Ia juga meminta orang tua murid untuk mengawasi anak mereka selama kondisi banjir. Selain keselamatan, juga mengawasi anak-anak harus tetap belajar.

"Tentunya ada tugas dari para guru untuk peserta didik untuk belajar di rumah selama banjir dan juga orang tua jangan membiarkan anak-anak mandi atau bermain air sendiri saat banjir, artinya tetap diawasi," ujar Petrus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement