Selasa 28 Nov 2023 14:46 WIB

Hujan Deras Guyur Semarang, Tujuh Wilayah Ini Masih Terendam Banjir

Sejumlah kendaraan mogok akibat tak kuat menerjang banjir.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau banjir di Semarang, Selasa (28/11/2023).
Foto: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau banjir di Semarang, Selasa (28/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sejumlah wilayah di Kecamatan Genuk dan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi, Selasa (28/11/2023). Semarang diguyur hujan deras pada Senin (27/11/2023) malam.

Sejumlah wilayah di kota itu yang tergenang banjir, di antaranya Jalan Ngablak Raya, Jalan Muktiharjo Raya, Jalan Kaligawe, Jalan Padi Raya, dan Jalan Gebang Anom. Sebagian lokasi di Perumahan Tlogosari juga tergenang banjir, seperti Jalan Parangsarpo Raya dengan ketinggian antara 40-50 sentimeter dan Jalan Sidoasih Raya dengan ketinggian 30-40 cm.

Baca Juga

Beberapa ruas jalan yang tergenang banjir terlihat lengang karena tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, tetapi masih tetap ada yang nekat melintas. Sejumlah kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil mogok akibat tak kuat menerjang genangan banjir, seperti di Jalan Muktiharjo Raya.

Kepala Seksi Kedaruratan Bencana BPBD Kota Semarang Adhi Yulianto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengatakan banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (27/11/2023) malam. "Pada Senin, 27 November 2023, pukul 20.00 WIB hujan dengan intensitas deras terjadi di Kota Semarang sehingga mengakibatkan dampak genangan," katanya.

 

BPBD Kota Semarang mencatat setidaknya ada tujuh lokasi di Semarang masih tergenang banjir akibat hujan deras. Genangan banjir tertinggi berada di Jalan Kaligawe hingga mencapai 70 cm.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi banjir. "Iya, ini adalah daerah (banjir) yang sudah berkali-kali kami rapatkan bersama BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Muaranya Kali Tenggang dan Kali Sringin," kata Ita, sapaan akrab Hevearita.

Menurut dia, banjir tersebut disebabkan Rumah Pompa Sungai Tenggang dan Sringin yang pompanya tidak berjalan optimal. "Saya pantau di Kali Tenggang yang berjalan tiga pompa, lainnya rusak. Di Kali Sringin yang nyala awalnya dua pompa. Kami ini dibantu pompa portabel dari BBWS dan satu dikirim dari BPBD," ujarnya. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement