Jumat 17 Nov 2023 13:37 WIB

Desa Kassi Terpilih Jadi 75 Desa Wisata Terbaik ADWI 2023

Desa wisata Kassi memiliki keunggulan berupa daya tarik agrowisata sekaligus edukasi

Desa Kassi atau yang biasa disebut Butta Panggallarrang (pemberian gelar) menjadi kawasan wisata bukan hanya agro, tetapi religi budaya, kuliner dan kesenian.
Foto: dok. Republika
Desa Kassi atau yang biasa disebut Butta Panggallarrang (pemberian gelar) menjadi kawasan wisata bukan hanya agro, tetapi religi budaya, kuliner dan kesenian.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEPONTO -- Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terpilih jadi 75 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Terletak di kawasan pegunungan Kabupaten Jeneponto, menjadikan Desa Kassi sebagai pertumbuhan agro yang subur dengan curah hujan yang tinggi, sehingga sangat mendukung wisata agro berdiri.

Desa Kassi atau yang biasa disebut Butta Panggallarrang (pemberian gelar) menjadi kawasan wisata bukan hanya agro, tetapi religi budaya, kuliner dan kesenian. Dalam rangka penilaian ADWI 2023, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan visitasi langsung. Kegiatan ini dipimpin Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua, bersama dua Juri ADWI, I Made Wena dan Mangku Nyoman Kandia.

Rombongan Kemenparekraf didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir, Sekda Jeneponto Muh Arifin Nur bersama jajaran Forkopimda Jeneponto.

Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir mengatakan, Desa wisata Kassi memiliki keunggulan berupa daya tarik agrowisata sekaligus edukasi bercocok tanam. Pengunjung dapat langsung belajar cara pengolahan kopi secara tradisional, bercocok tanam buah dan sayur, dan tentunya bisa merasakan pengalaman berharga memanen langsung buah dan sayur dan menikmati hingga menjadi buah tangan.

“Untuk objek wisata ada permandian mata air Kassi dan Air Terjun Garuntung. Ditambah lagi, pengolahan kuliner khas pun menjadi paket wisata yang menarik, seperti pengolahan Lammang Bambu, Sate kuda, dan Gantala Jarang,” kata Paris dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (17/11/2023).

Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua menjelaskan program Desa Wisata ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”.

“Tujuan program ini agar menjadi daya bangkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong terciptanya lapangan kerja dengan community base tourism yang dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.

Dengan kebangkitan ekonomi dari untuk membangun indonesia. Selain itu, program ini dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf.

Semangat ADWI 2023 ini mengedepankan desa wisata berkelas dunia untuk menggaungkan Indonesia lebih luas lagi melalui pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement