Kamis 16 Nov 2023 02:07 WIB

Warga Depok Keluhkan Makanan Tambahan Anak Stunting Hambar, Begini Kata Dinkes

Ada standar gizi untuk mencegah stunting.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Muhammad Hafil
ilustrasi Stunting
Foto: Republika/Mardiah
ilustrasi Stunting

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK–Program pemberian makanan tambahan (PMT) lokal untuk anak stunting di Kota Depok, Jawa Barat dikeluhkan sebagian orang tua. Menu yang diberikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok dinilai hambar tanpa rasa sehingga tidak digemari anak.

Petugas Gizi di Puskesmas Pengasinan, Anita Yuningsih mengatakan, memberi makanan kepada balita memiliki panduan tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan makanan dewasa. Justru jika telah dibiasakan makan makanan gurih atau instan sejak dini, hal ini berisiko membuat anak sulit makan di kemudian hari.

Baca Juga

"Karena yang mencicipi itu orang dewasa, jadi terkesan tidak ada rasa. Tapi kan anak-anak memang yang seharusnya tidak diberikan terlalu berasa gurih, karena itulah yang bikin anak-anak nggak mau makan," jelas Anita Yuningsih saat agenda klarifikasi Dinkes di PWI Depok, Rabu (15/11/2023).

Menurut Anita, jika anak dibiasakan makan makanan gurih, maka anak akan menjadi pemilih dalam menentukan makanannya. "Begitu satu tahun ke atas dia bisa memilih menu makanan yang dia suka karena lidahnya sudah terbiasa yang gurih," katanya.

Saat anak menjadi pemilih saat makan, kata Anita, kondisi ini yang memungkinkan anak menjadi stunting. Karena anak lebih memilih makanan gurih dengan gizi yang rendah atau bahkan tidak ada, dibanding makanan bergizi minim rasa.

"Kalau ibunya mengeluh anak saya nggak mau makan, anaknya maunya mie, ciki, itu masalahnya anaknya jadi kurang gizi. Kan nggak ada gizinya ciki itu, cuman enak," ujar Anita.

Dia menjelaskan, makanan tambahan yang diberikan Dinkes Depok merupakan makanan sesuai standar gizi yang baik untuk anak. Menu-menu makanan tambahan dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dengan stunting.

"Bahwa ada standar-standar gizi yang harus kita penuhi dari contoh menu yang sudah ada. Di sini kita berusaha untuk menyusun menjadi satu master menu yang bisa dipakai oleh teman-teman Puskesmas dan katering untuk diberikan kepada balita," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement