Rabu 15 Nov 2023 12:25 WIB

KH Asep Syaifuddin Chalim Sebut Prabowo Bisa Jaga Kedaulatan RI

Kiai Asep menyebut, Jokowi adalah presiden setelah Gus Dur yang dekat dengan NU.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), KH Asep Saifuddin Chalim.
Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), KH Asep Saifuddin Chalim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Syaifuddin Chalim mengingatkan masyarakat agar tak salah dalam menentukan pilihan presiden dan wakil presiden 2024 nanti. Sebab, di tengah ketidakpastian dan ancaman global saat ini, dibutuhkan sosok yang kuat dalam kepemimpinan nasional.

Menurut dia, capres Prabowo Subianto pun merupakan sosok yang bisa menjaga kedaulatan Indonesia. "Di tengah ketidakpastian dan ancaman global saat ini, Prabowo Subianto calon presiden yang bisa menjaga kedaulatan Indonesia," kata Kiai Asep yang juga merupakan Dewan Pembina TKN Prabowo-Gibran, dikutip dari siaran pers di Jakarta pada Rabu (15/11/2023).

Kiai Asep menilai, kepemimpinan nasional yang kuat sangat penting ke depannya untuk melanjutkan capaian baik dari pemerintahan Jokowi. "Diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat dan berkomitmen melanjutkan capaian baik pemerintahan Jokowi," katanya.

Dalam acara dialog Pergunu dan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) di Serang, menurut dia, keberlanjutan capaian Jokowi menjadi sangat penting. Kiai Asep menyebut, setelah Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi adalah presiden Indonesia yang paling dekat dengan NU.

 

Hal itu dibuktikan dengan penetapan hari santri oleh Presiden Jokowi pada 22 Oktober bertepatan dengan hari Resolusi Jihad. Adapun Resolusi Jihad merupakan bukti kontribusi NU, kiai, dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Dibuktikan dengan penetapan Hari Santri pada setiap tanggal 22 Oktober yang bertepatan dengan resolusi jihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 1945. Maka dari itu kita harus memastikan bahwa Presiden mendatang melanjutkan capaian baik yang sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi," katanya.

Untuk melanjutkan capaian Jokowi tersebut, menurut Kiai Asep, tidaklah mudah. Sebab, kondisi dunia tidak menentu di tengah ancaman perang Israel versus Hamas dan belum usainya perang Rusia melawan Ukraina.

Kiai Asep pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyongsong terwujudnya Indonesia yang maju, adil dan makmur. Karena dalam 10 tahun mendatang merupakan saat yang menentukan bagi Indonesia untuk menjadi negara maju atau sebaliknya terjebak dalam kelompok negara berkembang.

"Mari kita bersama menyongsong terwujudnya Indonesia yang maju, adil dan makmur. Saya yakin Prabowo bersama Gibran bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia," kata Kiai Asep.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement