Ahad 12 Nov 2023 17:01 WIB

Dispenad Luruskan Hoaks yang Disebar Goenawan Muhamad, TNI Diminta Menangkan Gibran

Perwira siswa Dikreg LXIII Seskoad bertemu Gibran di Kota Solo pada 7 September 2023.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Erik Purnama Putra
Budayawan dan Pendiri Tempo Media Goenawan Mohamad (kanan) memberikan paparannya bersama Sejarawan dan Peneliti Etnis Tionghoa Didi Kwartanada (kiri) saat peluncuran dan bedah buku foto Memoar Orang-Orang Singkawang di Galeri Salihara, Jakarta, Jumat (4/2/2022). Buku foto tersebut menceritakan tentang sejarah kota dan masyarakat Singkawang.
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Budayawan dan Pendiri Tempo Media Goenawan Mohamad (kanan) memberikan paparannya bersama Sejarawan dan Peneliti Etnis Tionghoa Didi Kwartanada (kiri) saat peluncuran dan bedah buku foto Memoar Orang-Orang Singkawang di Galeri Salihara, Jakarta, Jumat (4/2/2022). Buku foto tersebut menceritakan tentang sejarah kota dan masyarakat Singkawang.

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) meluruskan tudingan wartawan senior Goenawan Muhamad yang menyebarkan hoaks jika TNI tidak netral pada Pemilu 2024. Akun resmi TNI AD pun mengunggah klarifikasi yang berisi penjelasan tentang sejumlah perwira berfoto bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) memastikan, foto yang disebarkan Goenawan dengan narasi tertentu tidak sesuai konteks. Apalagi, foto perwira TNI AD bersama Gibran yang sekarang maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto dilakukan sebelum pendaftaran ke KPU.

Baca Juga

Semula melalui akun X @gm_gm, Goenawan mengunggah foto Wali Kota Solo Gibran berfoto bersama sejumlah perwira TNI AD. Dia pun membuat narasi yang seolah menuduh TNI memihak untuk memenangkan Gibran.

"Perwira-perwira AD ini datang ke Solo menghadap Gibran, calon wapres yang sedang disiapkan untuk menang. Netralitas TNI??" tulis Goenawan dilihat Republika.co.id di Jakarta, Ahad (12/11/2023).

Kepala Dispenad Brigjen Kristomei Sianturi membenarkan jika klarifikasi yang beredar di media sosial (medsos) merupakan tanggapan resmi TNI AD. "Itu tanggapan atas postingan di Twitter (X)-nya Pak Gunawan M," kata Kristomei kepada Republika.co.id di Jakarta, Ahad.

Akun @tni_ad pun menjelaskan kronologi sebenarnya. Gunawan. "Yth Bapak Goenawan Mohamad, dengan segala kerendahan hati, Dinas Penerangan Angkatan Darat perlu mengklarifikasi: bahwa foto ini diambil dalam kegiatan on the job training (OJT) wilayah pertahanan perwira siswa Dikreg LXIII Seskoad yang dilakukan tanggal 4-8 September 2023 dengan sasaran 10 kodim di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Termasuk di dalamnya Kodim 0726/Sukoharjo dan Kodim 0735/Solo," kata akun TNI AD.

Dispenad menerangkan jika foto itu diambil dalam rangkaian kegiatan kunjungan ke beberapa objek, seperti Pemkab Sukoharjo, Sritex, Konimex, dan Pemkot Solo. "Kehadiran wali kota Solo dalam foto itu tidak ada kaitannya dengan status sebagai capres/cawapres, karena foto itu diambil tanggal 7 September 2023 sebelum wali kota Solo diajukan dan mendaftarkan diri ke KPU sebagai cawapres," begitu penjelasan TNI AD.

Akun resmi TNI AD tersebut juga menegaskan netralitasnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. TNI AD juga mengajak untuk mensukseskan pesta demokrasi mendatang dengan damai.

"TNI AD akan selalu memegang teguh komitmen netralitas TNI sesuai apa yang diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004, Pasal 39. Dan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Prajurit TNI AD yang prima, pengawal demokrasi, netral, menuju pemilu 2024 yg damai. Mari bersama sama kita sukseskan Pemilu 2024. Salam," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement