Ahad 12 Nov 2023 16:15 WIB

Harga Mahal, Pemprov Lampung Dorong Tanam Cabai di Rumah

Menanam cabai di rumah adalah program lama yang harus digalakkan kembali.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Fuji Pratiwi
Warga menunjukkan cabai rawit yang ditanam di pekarangan rumahnya (ilustrasi).
Foto: Antara/Irsan Mulyadi
Warga menunjukkan cabai rawit yang ditanam di pekarangan rumahnya (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Harga cabai merah dan cabai rawit mahal di pasaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong warga untuk mulai menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing. Satu solusi yang tepat mengatasi harga mahal, dengan menanam cabai sendiri di rumah untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi, kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit sudah tidak terbendung lagi, dikarenakan pengaruh iklim El-Nino. Kondisi cuaca demikian, kata dia, sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman termasuk tanaman cabai.

Baca Juga

"Solusi (mengatasi) harga cabai mahal, ya dengan menanam cabai di pekarangan rumah (masing-masing)," kata Kusnardi yang pernah menjabat kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Ahad (12/11/2023).

Dia mengatakan, sebenarnya kembali menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing program lama yang harus digalakkan lagi masyarakat. Hal tersebut, sangat bermanfaat dan berguna untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga cabai pada saat perubahan musim.

 

Pada saat musim kemarau atau pengaruh El Nino seperti sekarang, dia mengatakan pertumbuhan pohon cabai tidak maksimal, sehingga juga memengaruhi pertumbuhan cabai itu sendiri. Akibatnya, masa perkembangan buah dan panen terganggu, yang akhirnya memengaruhi harga jual dari petani kepada agen hingga pengecer.

"Sekarang program lama tersebut dihidupkan lagi, dengan menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing," kata Kusnardi.

Menurut dia, tidak ada yang dirugikan dari menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing, selain dapat memenuhi konsumsi harian di rumah juga dapat mengendalikan pengeluaran untuk kebutuhan dapur rumah tangga, sehingga tidak bersifat konsumtif.

Saat ini, harga cabai merah di pasar tradisional Kota Bandar Lampung sudah mencapai Rp 100 ribu per kg pada Ahad (12/11/2023). Sedangkan harga cabai rawit juga naik mencapai Rp 80 ribu per kg. Padahal, harga normal cabai merah paling mahal hanya Rp 30 ribu per kg, cabai rawit Rp 35 ribu per kg.

Di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung, dan Pasar Natar, Lampung Selatan, Ahad (12/11/2023), pedagang sudah menaikkan harga cabai merah dari Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit dari Rp 70 ribu menjadi Rp 80 ribu per kg. Kenaikan harga cabai ini dipengaruhi merosotnya pasokan karena belum ada petani cabai yang panen.

Menurut Gani (45 tahun), pedagang di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung, harga cabai merah dan cabai rawit terus naik selama musim kemarau. "Sekarang harga cabai merah sudah mahal Rp 100 ribu per kg, cabai rawit Rp 80 ribu per kg," kata Gani.

Dia mengatakan, kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit karena dari agen harga sudah naik terus. Dia tidak menyetok untuk penjualan eceran dengan jumlah besar, dikarenakan jumlah pembeli berkurang dan juga takaran pembelian cabai juga tidak banyak lagi.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement