Sabtu 04 Nov 2023 09:58 WIB

Pengiriman Bantuan RI untuk Warga Palestina Dibagi Dua Gelombang

Bantuan dari Indonesia akan diserahterimakan ke Bulan Sabit Merah Mesir.

Petugas mengemas logistik untuk bantuan kemanusiaan  Palestina di Kantor Pusat Baznas, Jakarta, Kamis (2/11/2023). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendistribusikan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan, sandang dan sejumlah obat-obatan untuk warga Palestina sebanyak 21 ton atau senilai Rp5,5 miliar. Menurut Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan memastikan bantuan kemanusiaan tersebut akan diterima oleh warga Palestina setelah pihak Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan UNRWA di Palestinan dan akan dikirim melalui pintu Rafah. Bantuan kemanusian tersebut akan secara resmi dilepas Presiden Joko Widodo pada Sabtu 4 November 2023 di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas mengemas logistik untuk bantuan kemanusiaan Palestina di Kantor Pusat Baznas, Jakarta, Kamis (2/11/2023). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendistribusikan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan, sandang dan sejumlah obat-obatan untuk warga Palestina sebanyak 21 ton atau senilai Rp5,5 miliar. Menurut Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan memastikan bantuan kemanusiaan tersebut akan diterima oleh warga Palestina setelah pihak Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan UNRWA di Palestinan dan akan dikirim melalui pintu Rafah. Bantuan kemanusian tersebut akan secara resmi dilepas Presiden Joko Widodo pada Sabtu 4 November 2023 di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Pahala Mansury mengemukakan pengiriman bantuan kemanusiaan dari Pemerintah RI untuk warga Palestina di Gaza dibagi atas dua gelombang. "Hari ini batch (gelombang) pertama yang utamanya berasal dari masyarakat, Kemenkes dan TNI," kata dia menjelang agenda pelepasan bantuan kemanusiaan di Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Sabtu (4/11/2023).

Pengiriman bantuan gelombang pertama yang akan diterbangkan ke Gaza, kata dia, berupa alat-alat kesehatan, sanitasi, makanan, kantong tidur, dan perlengkapan musim dingin seberat total 51 ton. Bantuan kemanusiaan itu diangkut menggunakan dua pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1327 dan A-1328 berasal dari Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 32 TNI AU.

Baca Juga

Pesawat tersebut juga membawa total 42 kru pesawat dan dua perwira menengah TNI dari Kementerian Pertahanan yang bertugas sebagai penghubung. Selain TNI, Mabes Polri juga memberangkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza menggunakan satu pesawat sewa Boing 737 Garuda Indonesia.

Sebanyak tiga pesawat itu diberangkatkan dari Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu pagi, dengan didampingi dua pesawat Hercules cadangan. Rute penerbangan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza itu melintasi Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta)-Aceh-Yangon (Myanmar)-New Delhi (India)-Abu Dhabi (Uni Emirat Arab)-Jeddah (Arab Saudi)-El Arish (Mesir).

Bantuan gelombang kedua diperoleh melalui sumber pendanaan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Pahala mengatakan bantuan gelombang kedua berupa obat-obatan dan alat kesehatan.

"Kami harap bantuan ini akan bisa meringankan beban dari kebutuhan sehari-hari, meringankan beban masyarakat di Gaza," katanya.

Ia mengatakan bantuan itu akan diserahterimakan ke Bulan Sabit Merah Mesir, kemudian disalurkan ke Gaza oleh UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East).

"Rencananya kami akan serahkan bantuan ke Bulan Sabit Merah Mesir. Kita sudah koordinasi intens dengan mereka yang dapat kewenangan dari Pemerintah Mesir," katanya.

Dia mengatakan Mesir negara yang berbatasan langsung dengan Gaza, sebagai satu-satunya ruang atau jalur penyaluran bantuan dan jalur perlintasan manusia via Rafah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement