Rabu 01 Nov 2023 22:04 WIB

Satgas Damai Cartenz Sebut KKB Serang Lima Nakes di Amuma

Lima nakes melakukan pemeriksaan masyarakat yang dikabarkan dilanda kelaparan.

Baku tembak TNI dan teroris KKB Papua terjadi di Nduga Papua. Kontak tembak (ilustrasi)
Foto: anadolu agancy
Baku tembak TNI dan teroris KKB Papua terjadi di Nduga Papua. Kontak tembak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA--Kasatgas Humas Damai Cartenz Akbp Bayu Suseno mengatakan, pelaku penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB). Tenaga kesehatan (nakes) yang diserang berasal dari tim cadangan kesehatan kesehatan (TCK) Emergency Medical Regional Papua.

"Memang benar lima orang nakes yang diterjunkan ke Distrik Amuma untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, Selasa (31/10/2023) diserang KKB. Saat melakukan aksinya para pelaku yang diperkirakan berjumlah 20 orang dilaporkan membawa senjata api laras panjang dan senpi laras pendek serta senjata tradisional seperti panah juga senjata tajam," katanya di Jayapura, Rabu (1/11/2023).

Baca Juga

Kelima nakes mengalami luka-luka yakni dr Danur Widura (39 tahun). Dokter Danur merupakan Ketua Tim Crisis Center regional Papua. Ia mengalami luka lebam pada wajah sebelah kiri dan kanan, punggung belakang serta luka di rusuk sebelah kiri.

Angganita Mandowen (41) selaku Koordinator Tim Crisis Center Regional Papua. Ia mengalami luka lebam pada mata kiri dan kanan. Selain itu, ada Sandy Ransar (23) anggota tim, mengalami luka lebam di pipi sebelah kiri. Nakes lain, Ferdinandus Suweni (33) anggota, mengalami luka lebam pada mata sebelah kiri, belakang telinga sebelah kanan dan luka lebam di rusuk sebelah kanan.

 

Kemudian, Adrianus Edwardus Harapan (32) anggota mengalami luka robek pada tangan kiri dan ibu jari tangan kiri, luka lebam di punggung belakang, wajah bagian kanan dan luka robek di bibir bawah. "Saat ini telah di evakuasi ke Jayapura," kata AKBP Bayu Suseno.

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli secara terpisah menyatakan kekecewaan terhadap aksi penyerangan dan penganiayaan sekelompok orang terhadap lima orang tenaga kesehatan di Distrik Amuma, Selasa (31/10/2023). "Saya sangat kecewa terhadap kejadian penganiayaan yang menimpa para nakes karena keberadaan mereka ke Amuma sangat mulia yaitu memberikan pelayanan kesehatan," kata Bupati Didimus.

Dikatakan, para pelaku bukan warga Amuma karena warga setempat tidak ada yang mengenal mereka. "Selain itu tidak ada bencana kelaparan dan kondisi masyarakat dalam keadaan baik," tegas Didimus Yahuli. Lima tenaga kesehatan berada di Amuma sejak Senin (30/10/2023) untuk melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan masyarakat yang dikabarkan mengalami bencana kelaparan.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement