Rabu 01 Nov 2023 16:56 WIB

Dua Orang Mantan Menantu dan Mertua Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pasaman Barat  

Polres Pasaman Barat masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi pembunuhan
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi pembunuhan

REPUBLIKA.CO.ID,PASAMAN BARAT--Warga yang berada di Kampung Lambah Bukik, Jorong Anam Koto Utara, Nagari Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Sumbar) dikagetkan dengan kejadian diduga pembunuhan, Kamis (26/10/2023). 

Korban adalah wanita dan lelaki paruh baya yang ditemukan meninggal dunia didalam sebuah rumah dengan kondisi bersimbah darah. Kedua korban masing-masing bernama Ali Juma (70) dan Safrial (50), yang diduga menjadi korban pembunuhan. 

Baca Juga

"Benar, kedua korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah, yang diduga menjadi korban pembunuhan," ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki.

Agung menyebut pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian begitu mendapatkan informasi dari warga.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Kampung Lambah Bukik, Jorong Anam Koto Utara, Nagari Anam Koto Utara Kecamatan Kinali. 

“Kedua korban diketahui bernama Ali Juma (70) berjenis kelamin Wanita yang tinggal sendirian, dan Safrial (50) berjenis kelamin laki-laki yang merupakan mantan menantu Ali Juma," ucap Agung.

Kapolres menerangkan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Murni (45) yang merupakan anak kandung dari Korban Ali Juma. Menurut keterangan Ali Juma, setiap pagi Ibunya membuka pintu rumah, namun saat itu korban Ali Juma tidak berada dirumah tersebut. 

“Anak korban kemudian mencari tahu dan menemui neneknya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Namun setibanya dirumah neneknya tersebut, Korban Ali Juma (ibunya) tidak berada dirumah tersebut," jelasnya. 

Selanjutnya Murni pergi ke rumah ibunya dan memanggil-manggil. Namun saat itu tidak ada yang menjawab. Kemudian Murni membuka jendela rumah dan melihat ke dalam rumah ada sosok manusia berada di dalam rumah tersebut dalam posisi tertelungkup. 

Melihat kondisi tersebut, Murni berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

"Saat itu, lampu rumah dalam keadaan mati dan melihat sosok manusia dalam posisi tertelungkup dan bersimbah darah. Saksi mengira korban adalah kakak kandungnya. Namun setelah ditelentangkan ternyata adalah korban Safrial (50) merupakan mantan suami dari Murni yang sudah bercerai dua bulan yang lalu," ujar Agung. 

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, setelah melihat korban Safrial ditemukan tidak bernyawa, saksi masuk ke dalam sebuah kamar dirumah tersebut, dan melihat korban Ali Juma sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang dan bersimbah darah.

"Diketahui, korban Ali Juma ini merupakan mantan mertua dari korban Safrial. Korban Ali Juma tinggal sendirian di rumah tersebut, sedangkan saksi I Murni (anak korban Ali Juma) bertempat tinggal disamping rumah Ibunya," ucapnya. 

Agung menambahkan pada saat melakukan olah TKP, kedua korban dalam keadaan meninggal dunia dan kaku. Diperkirakan kejadian tersebut terjadi antara pukul 01.00 Wib sampai pukul 04.00 Wib dini hari tadi.  Diduga pelaku masuk ke dalam rumah korban Ali Juma dengan cara melewati atau memanjat dinding kamar mandi belakang rumah korban.

Tapi polisi menurut Agung belum dapat menyimpulkan motif pembunuhan ini. Polres Pasaman Barat masih melakukan pendalaman lebih lanjut dengan mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan para saksi atas kejadian ini.

Saat ini kedua korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Pasaman Barat untuk menjalani Visum et Repertum (VER) pemerikasan luar guna mencari tahu penyebab kematian kedua korban. Rencananya kedua korban ini juga akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement