Jumat 27 Oct 2023 20:23 WIB

Prabowo-Gibran Unggul Tipis dalam Survei Pemilih Muda di Jatim

Survei pemilih muda di Jatim, Prabowo-Gibran unggul tipis terhadap Ganjar-Mahfud.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bilal Ramadhan
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Survei pemilih muda di Jatim, Prabowo-Gibran unggul tipis terhadap Ganjar-Mahfud.
Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Survei pemilih muda di Jatim, Prabowo-Gibran unggul tipis terhadap Ganjar-Mahfud.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya merilis hasil survei terkait elektabilitas Capres-Cawapres di kalangan pemilih muda di Jatim, menjelang Pilpres 2024. Pasangan Prabowo-Gibran berada di urutan pertama dengan raihan 35 persen.

Kemudian di posisi kedua ditempati pasangan Ganjar-Mahfud dengan raihan 31 persen. Di urutan terakhir ada pasangan Anies-Muhaimin dengan raihan 24 persen, dan sekitar 10 persen responden belum menentukan pilihan.

Baca Juga

"Prabowo-Gibran unggul versi pemilih muda di Jatim dari pasangan Ganjar-Machfud dengan selisih yang tidak signifikan, hanya 4 persen. Namun ada 10 persen pemilih muda di Jawa Timur belum menentukan pilihan soal Pilpres 2024," kata Peneliti PUSAD UM Surabaya, Radius Setiyawan dalam jumpa persnya di Kampus UM Surabaya, Jumat (27/10/2023).

Radius melanjutkan, alasan dipilihnya pemilih muda sebagai responden pada survei yang dilaksanakan, mengingat demografi pemilih di Jawa Timur menjelang Pemilu 2024 didominasi pemilih produktif berusia 17-40 tahun atau kelompok pemilih generasi Z dan generasi millenial.

 

Dari total 31.402.838 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 di Jawa Timur sebesar 16.001.790 merupakan pemilih muda, atau 51 persen dari total DPT.

Survei dilakukan pada 14 hingga 22 Oktober 2023 terhadap 1.075 responden yang tersebar secara proporsional di 38 kabupaten/ kota di Jatim. Teknik pengambilan sample menggunakan metode multistage random sampling, dimana masing-masing kabupaten/ kota diambil 4-5 kecamatan untuk dijadikan sample penelitian.

"Sampel tiap kecamatan dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih di tiap kecamatan dan kelurahan yang dijadikan lokasi penelitian," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement