Kamis 26 Oct 2023 23:05 WIB

Jelang Pemilu 2024, Masyarakat Diimbau tidak Mudah Terpengaruh Hoaks

Hoaks berpotensi memecah persatuan dan merusak kerukunan warga.

Pakar komunikasi Emrus Sihombing
Foto: dokweb
Pakar komunikasi Emrus Sihombing

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing mengingatkan kembali agar masyarakat mewaspadai dan tidak mudah terpengaruh konten hoaks yang beredar di media sosial. Hal tersebut disampaikan usai beredarnya video pidato Presiden Joko Widodo berbahasa mandarin.

“Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan karena peredaran konten hoaks dinilai cukup masif belakangan ini, terutama mendekati momentum Pemilu 2024,” ujar emrus 

Baca Juga

“Video yang menarasikan bahwa Presiden Joko Widodo berpidato menggunakan bahasa mandarin jelas hoaks untuk menggiring opini negatif bahwa Presiden Joko Widodo membawa kepentingan China ke Indonesia,” lanjut Emrus

Sebelumnya, beredar di media sosial video hoaks yang menunjukkan Presiden Joko Widodo berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa video tersebut merupakan editan menggunakan Artificial Intelligence atas video pidato Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 pada acara Gala Dinner di Amerika Serikat.

 

“Masyarakat harus sangat awas serta meningkatkan pemahaman cek dan ricek terhadap informasi yang tidak jelas asal usulnya karena sangat membahayakan stabilitas nasional”, tutup Emrus

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement