Selasa 24 Oct 2023 18:43 WIB

ICMI Nilai Perlu Keterlibatan Kaum Intelektual Mengawal dan Awasi Pemilu 2024

ICMI jalin kerja sama dengan KPU wujudkan Pemilu 2024 jujur, adil, dan berkualitas.

Penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, terkait Pendidikan Pemilih dan Pendidikan Politik dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2024 di Gedung ICMI Center, Jakarta, Selasa (24/10/2023).
Foto: Dok. ICMI
Penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, terkait Pendidikan Pemilih dan Pendidikan Politik dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2024 di Gedung ICMI Center, Jakarta, Selasa (24/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengatakan bahwa pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang harus dipastikan berlangsung secara jujur, adil dan berkualitas. Oleh karena itu, perlu keterlibatan kaum intelektual untuk mengawasi dan mengawal pelaksanaannya agar sesuai harapan tersebut.

"Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus memastikan, pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang berlangsung secara jujur, adil dan berkualitas sehingga sukses memberikan citra demokrasi Indonesia yang legitimasi, minim dari disinformasi (hoax) yang merusak persatuan bangsa sehingga Pemilu berlangsung jujur, adil dan damai, serta meningkatnya partisipasi aktif khususnya kalangan milenial dan generasi Z," kata Ketua Umum ICMI Prof Dr Arif Satria, dalam penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, terkait Pendidikan Pemilih dan Pendidikan Politik dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2024 di Gedung ICMI Center, Jakarta, Selasa (24/10/2023).

Baca Juga

Karena itu menurut Arif, ICMI sebagai organisasi yang menaungi kaum cendekiawan muslim di seluruh Indonesia, merasa senang dapat menjalin kerjasama dengan KPU RI guna mewujudkan Pemilu yang damai, jujur, adil dan berkualitas melalui program-program terbaik ICMI.

"Kerja sama ini guna menyinergikan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki ICMI dan KPU dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing dalam mendorong sinergi pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2024 untuk mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan pemilih," kata Arif.

Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman tersebut meliputi lima program kerjasama, yakni Sosialisasi Pemilu Damai, Jujur dan adil, Pemberantasan Disinformasi (Hoax) Pemilu, Silaturrahmi Kebangsaan, serta Kunjungan (Roadshow) ke kampus-kampus dalam rangka pendidikan politik.

"Pendidikan Pemilih dan Pendidikan Politik penting dalam menjaga sistem demokrasi yang kuat dan memastikan partisipasi aktif warga negara dalam pelaksanaan demokrasi dan pemilu," kata Arif.

Ia juga menyampaikan, ICMI sebagai organisasi kemasyarakatan yang membangun bangsa berkeadilan, berdaulat dan bermartabat dalam kompetisi global serta meningkatkan mutu Sumber Daya Insani dalam semua aspek kehidupan, sebagai dasar untuk pengembangan karakter dan pembangunan bangsa. 

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa KPU tidak dapat bekerja sendiri untuk menyelenggarakan pemilu. Kerjasama dengan para pihak atau mitra adalah suatu kebutuhan masa kini. Menurutnya, kerja sama dengan organisasi intelektual seperti ICMI ini menjadi langkah penting dalam memajukan partisipasi aktif warga negara dalam proses politik dan pemilihan umum. 

Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan yang diperlukan bagi warga negara agar dapat berpartisipasi dengan bijak dalam pemilihan umum dan memahami sistem politik mereka. Selain meningkatkan partisipasi pemilih, KPU juga bekerjasama dengan sejumlah universitas tanah air untuk pembukaan program studi tata kelola pemilu. 

Pembukaan program studi tersebut diperlukan agar sistem pemilu dapat terdokumentasi dengan baik. ICMI akan selalu hadir untuk memberikan solusi dan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. ICMI yang berlandaskan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan berbasis kecendekiaan akan selalu berperan aktif mendorong kebaikan untuk bangsa dan negara.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement