Selasa 24 Oct 2023 06:18 WIB

Polisi Lumpuhkan Komplotan Perampok Sadis Bersenpi di Jakbar

Polisi melumpuhkan komplotan perampok sadis bersenjata api yang beraksi di Jakbar.

Rep: Ali Mansur/ Red: Bilal Ramadhan
Petugas kepolisian mengatur sejumlah barang bukti berupa senjata api dan butir peluru (ilustrasi). Polisi melumpuhkan komplotan perampok sadis bersenjata api yang beraksi di Jakbar.
Foto: Antara/Zabur Karuru
Petugas kepolisian mengatur sejumlah barang bukti berupa senjata api dan butir peluru (ilustrasi). Polisi melumpuhkan komplotan perampok sadis bersenjata api yang beraksi di Jakbar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim gabungan resmob dan Jatanras Polres Metro Jakarta Barat menangkap enam orang komplotan perampok minimarket bersenjata api dan senjata tajam yang beraksi di kawasan Jakarta Barat.

Dalam penangkapan itu satu pelaku berinisial TO (27 tahun) dilumpukan dengan ditembak terukur karena melawan petugas. Keenam pelaku kawanan perampok sadis itu, yakni TO (27 tahun), AS (33 tahun), RD (28 tahun), MD (35 tahun), ND (26 tahun), dan KA (25 tahun). 

Baca Juga

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi mengatakan pelaku TO sempat menembak petugas saat akan ditangkap dengan menggunakan senpi rakitan.

Sehingga petugas pun melumpuhkan yang bersangkutan dengan tembakan. Setelah itu pelaku diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Tersangka sempat menembakkan senpi rakitan ke arah petugas saat akan ditangkap. Sempat terjadi baku tembak, namun pelaku akhirnya diamankan hingga akhirnya kita berikan tindakan tegas terukur karena membahayakan," tutur Syahduddi dalam konferensi pers di Polres Jakarta Barat, Senin (24/10/2023).

Menurut Syahduddi, penangkapan terhadap kawanan perampok sadis bersenjata api ini bermula ketika mereka beraksi di salah satu mini market di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Kawanan perampok sadis ini membawa kabur sejumlah uang dan rokok.

Bahkan dalam aksinya mereka tak segan melukai korbannya yakni karyawan minimarket. Para pelaku melakukan pengancaman, bahkan usai menggasak uang tunai dan rokok, motor karyawan juga raib dibawa kabur.

"Jadi sebelum merampok minimarket, mereka sempat mencuri sepeda motor. Beberapa jam kemudian mereka beraksi merampok minimarket di kawasan Kembangan," kata Syahduddi.

Dari penangkapan ini, Syahduddi menuturkan jika pelaku TO merupakan pentolannya. Pria asal Lebak itu menjadi otak dibalik aksi kejahatan pencurian sepeda motor hingga perampokan minimarket tersebut.

Dari hasil pemeriksaan kawanan perampok sadis bersenjata api ini sudah enam kali beraksi di wilayah Jakarta Barat dengan sasaran yakni sepeda motor. Kemudian para pelaku juga menyasar minimarket.

"Untuk sembarang sepeda motor rata-rata mereka perjualbelikan cara gelap di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Itu harga variatif antara Rp4 juta sampai Rp6 juta, dan uang hasil kejahatan ini digunakan oleh para para pelaku untuk keperluan pribadinya masing-masing kebutuhan keluarganya," tukas Syahduddi.

Modus para pelaku yakni menyasar kendaraan yang memang tengah terpakir di tempat sepi. Kemudian untuk merampok minimarket, para pelaku beraksi biasanya menunggu minimarket tersebut tengah beberes untuk tutup toko. Pelaku Toto bukan kali pertama ditembak polisi.

Ini sudah kedua kalinya ia diberikan tindakan tegas terukur dengan kasus yang sama. Para pelaku disangkakan Pasal 365 Ayat (2) Ke 2e KUHP juncto Pasal 363 KUHP.

"Sebelumnya pernah juga (ditembak), sama juga kasusnya (pencurian dengan kekerasan)," kata TO sambil duduk di kursi roda.

Tersangka TO mengaku uang hasil kejahatan salah satunya digunakan untuk biaya persalinan istri yang baru saja melahirkan tiga bulan lalu dan sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara senpi yang dimilikinya didapat dari pelaku lain yang didapat juga dari Lampung. Polisi saat ini masih menyelidiki asal-usul senpi tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement