Senin 16 Oct 2023 23:33 WIB

Pelaku Aborsi Ditangkap, Korbannya Meninggal Setelah Dipaksa Minum Obat Penggugur Janin

Polrestabes Makassar menangkap 2 tersangka aborsi yang menyebabkan korban meninggal.

Aborsi (ilustrasi). Dua pelaku aborsi yang memnyebabkan korbannya meninggal telah ditangkap.
Aborsi (ilustrasi). Dua pelaku aborsi yang memnyebabkan korbannya meninggal telah ditangkap.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Tim Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, menangkap dua pelaku aborsi. Aborsi yang dilakukan tersangka menyebabkan korban berinisial RLA usia 27 tahun meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar pada 12 Oktober 2023.

"Perbuatan ini diduga dilakukan oleh pacarnya sendiri berinisial MRS usia 26 tahun dan dibantu seorang wanita CKR usia 35 tahun. Mereka ini melakukan aborsi diduga dengan memberikan obat penggugur janin," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol dalam keterangan di Makassar, Senin (16/11/2023).

Kedua pelaku ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil penyidikan, obat ini dimasukkan secara paksa kepada korban dengan diminum dan dimasukkan melalui alat kemaluan korban, sehingga korban mengalami kesakitan dan akhirnya meninggal dunia saat berada di rumah sakit.

Ridwan menyampaikan kejadian tersebut di Kecamatan Tamalate pada Kamis (12/10/2023). Korban meninggal dunia di RS. Hal ini memunculkan kecurigaan orang tua korban. Meski almarhumah sudah dikebumikan, pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polrestabes Makassar.

"Kami langsung bertindak cepat dan bekerja sama dengan tim Dokpol Polda Sulsel, maka kami mengamankan dua tersangka yaitu MRS dan CKR ini," paparnya saat rilis yang menghadirkan para pelaku.

Untuk peran masing-masing yakni CKR membantu mencari obat penggugur kandungan sedangkan pacarnya MRS memaksa meminum obat sekaligus memasukkan obat tersebut ke alat vital korban. Barang bukti diamankan, empat ponsel digunakan memesan obat, buku catatan obat penggugur kandungan, satu lembar kaos, sampel muntahan korban beserta obat di tempat kejadian perkara.

"Hubungan tersangka dan korban ini sudah sejak Februari dan diperkirakan kehamilan dalam kandungan itu sudah sembilan minggu. Jadi sudah pernah hamil sebelumnya, dua kali hamil," papar Ridwan.

Sedangkan untuk pekerjaan pelaku adalah karyawan swasta dan tidak memiliki keahlian kesehatan dan hanya belajar otodidak dari internet. Mengenai dimana memperoleh obat itu dilakukan pemesanan melalui telepon dengan rekannya.

"Pelaku bilang tidak mau punya anak. Pelaku laki-laki ini sudah pernah nikah. Tapi sudah diajukan persidangan dan sudah inkrah, cerai. Soal korban punya utang, kami belum sampai ke situ, kami hanya sampai mencari penyebab meninggalnya korban," tuturnya menekankan. Untuk pasal yang diterapkan yakni  348 ayat (1) dan (2) KUHP juncto pasal 5 ayat (1) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement