Rabu 24 Dec 2025 14:49 WIB

Harga Sembako Menggila di Takengon, Relawan: Telur Satu Butir Rp 5000, Beras Rp 35 Ribu Per Kilogram

Kelangkaan sembako pun secara otomatis membuat harga semakin tinggi.

Foto udara warga menyeberangi sungai dengan jembatan darurat di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Akses warga pejalan kaki masih harus melintasi jembatan darurat dari batang kayu dan kendaraan roda dua harus menyeberangi arus sungai saat debit air surut, sementara roda empat tidak dapat melintas, akibat jalan dan jembatan penghubung antara Bener Meriah menuju Takengon, Kabupaten Aceh Tengah putus diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11).
Foto: ANTARA FOTO/Khalis Surry
Foto udara warga menyeberangi sungai dengan jembatan darurat di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Akses warga pejalan kaki masih harus melintasi jembatan darurat dari batang kayu dan kendaraan roda dua harus menyeberangi arus sungai saat debit air surut, sementara roda empat tidak dapat melintas, akibat jalan dan jembatan penghubung antara Bener Meriah menuju Takengon, Kabupaten Aceh Tengah putus diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11).

REPUBLIKA.CO.ID,ACEH TAMIANG — Harga sembako di Takengon, Aceh Tengah, disebut tengah mengalami kenaikan. Berdasarkan kesaksian relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang tengah berada di Takengon, dr Mukhsin, harga beras, minyak goreng hingga telor terkerek tinggi.

“Kemarin kami beli telur itu dijual per butir Rp 5000. Beras Rp 350.000 per 10 kilogram,”ujar dr Mukhlis saat berbincang dengan Republika melalui sambungan telepon, Rabu (24/12/2025).

Baca Juga

Menurut dokter kelahiran Takengon yang berdomisili di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, keterbatasan akses jalan darat ke Aceh Tengah membuat pasokan pangan tersendat. Kelangkaan sembako pun secara otomatis membuat harga semakin tinggi.

Meski di tengah situasi yang sulit, dr Mukhlis mengaku tetap berupaya membantu warga setempat yang juga sedang menderita akibat bencana. Mukhlis mengatakan, dia melakukan aksi pelayanan kesehatan dengan obat-obatan seadanya yang pasokannya juga semakin menipis. “Saya disini sendiri. Bismillah saja buat warga,”kata dia. 

Mukhsin mengungkapkan, banyak warga yang berada di sekitar Danau Laut Tawar yang masih kesulitan untuk mengakses bantuan. Beberapa perkampungan, ujar dia, bahkan masih terisolasi lantaran jalan yang rusak dan berlumpur. 

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan upaya pemerintah menyalurkan bantuan pangan diarahkan ke Bener Meriah dan Takengon. Dua wilayah itu terisolasi akibat jalur darat yang terputus, sehingga distribusi hanya dapat ditempuh melalui udara. Ia menyampaikan percepatan pengiriman menjadi prioritas agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Rizal menjelaskan stok beras nasional dalam kondisi aman dan siap digerakkan kapan saja. Ketersediaan yang mencukupi tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kondisi kontingensi sehingga bantuan dapat langsung disalurkan ke daerah terdampak tanpa hambatan ketersediaan.

“Yang jadi masalah itu adalah proses distribusinya. Stok banyak di kota-kota, nah untuk mendorong ke desa-desa ini yang teman-teman baik TNI, para Babinsa, Bhabinkamtibmas, termasuk BNPB, ini mengalami kesulitan karena akses jalannya putus-putus, Mas,” ujar Dirut Bulog, di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

 
photo
Relawan BSMI di Takengon, dr Mukhsin - (Ist)

Rizal menerangkan total 49.000 ton beras telah digelontorkan pemerintah ke tiga provinsi terdampak banjir Sumatera. Penyaluran itu diperkuat bantuan minyak goreng, gula, dan dukungan lain yang dikirim bersama paket prioritas bagi warga terdampak dari Banda Aceh hingga Sumatera Barat. Ia menekankan tantangan di lapangan membuat operasi udara menjadi satu-satunya pilihan distribusi di sejumlah titik.

Koordinasi dilakukan bersama TNI AU, TNI Angkatan Darat, dan BNPB untuk menggerakkan helikopter yang mampu terbang hingga empat sortie per hari. Kapasitas muatan berkisar 500 kilogram hingga satu ton per sortie, disesuaikan kebutuhan desa-desa yang terputus aksesnya. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap wilayah mendapatkan suplai secara merata.

“Contoh nih yang sekarang lagi kita fokuskan adalah teman-teman yang di Bener Meriah dan yang di Takengon,”kata dia.

Ia menambahkan dua wilayah tersebut, termasuk sejumlah titik di Agam, terkurung tanpa jalur darat sehingga hanya dapat menerima bantuan melalui helikopter atau pesawat Hercules. Banyaknya desa yang harus dijangkau membuat operasi distribusi dilakukan terus-menerus agar bantuan cepat tiba di lokasi pengungsian.

Rizal menegaskan seluruh pimpinan cabang Bulog diwajibkan mendirikan dapur umum yang bersinergi dengan TNI dan Polri. Beras Bulog telah digunakan di dapur umum di berbagai titik, termasuk yang dicek langsung di Sigli, Pidie. Dapur umum menjadi tumpuan pemenuhan kebutuhan konsumsi warga selama masa darurat.

Di Aceh terdapat 18 cabang Bulog yang mengoperasikan dapur umum. Sumatera Utara menggerakkan 12 cabang dan Sumatera Barat mengaktifkan sembilan titik layanan serupa sebagai bagian dari jaringan pendukung distribusi. Sistem ini memastikan suplai pangan bergerak lebih cepat hingga wilayah paling terpukul.

Bulog juga menyiapkan tambahan bantuan dari pegawai internal serta mitra usaha. Penguatan ini diharapkan mempercepat penyaluran sekaligus memperluas jangkauan bantuan. Dengan fokus diarahkan ke wilayah-wilayah terisolasi, percepatan melalui jalur udara menjadi kunci agar bantuan tiba tepat waktu.

photo
Warga melintasi lokasi longsoran yang menimbun jalan negara Bireuen-Takengon di Bireuen, Aceh, Senin (15/12/2025). Bencana alam akibat hujan deras akhir November lalu mengakibatkan sekitar 17 titik longsor yang menutupi badan jalan dan 18 lokasi badan jalan amblas dari Juli Bireuen hingga kilometer 45 Bener Meriah. - (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement