Sabtu 21 Mar 2026 15:12 WIB

Pemulihan Pascabencana Sumatera Berjalan Cepat, Pemerintah Klaim Kondisi Berangsur Normal

Akses jalan, listrik, dan layanan kesehatan dilaporkan mulai kembali normal.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Mas Alamil Huda
Sejumlah pelajar SMK 3 Negeri Sibolga membersihkan rumah warga dari endapan lumpur sisa banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (26/1/2026). Puluhan pelajar membersihkan rumah warga yang terdampak bencana sebagai ganti mengikuti jam pelajaran di sekolah untuk membantu mengurangi beban para korban penyintas bencana Sumatera.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah pelajar SMK 3 Negeri Sibolga membersihkan rumah warga dari endapan lumpur sisa banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (26/1/2026). Puluhan pelajar membersihkan rumah warga yang terdampak bencana sebagai ganti mengikuti jam pelajaran di sekolah untuk membantu mengurangi beban para korban penyintas bencana Sumatera.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera terus menunjukkan perkembangan positif. Akses jalan, listrik, dan layanan kesehatan di sejumlah daerah terdampak dilaporkan mulai kembali normal.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi progres cepat pemulihan pascabencana Sumatera. Katanya, berdasarkan data yang diperoleh saat ini akses infrastruktur telah pulih, ditandai dengan terbukanya jalan nasional dan provinsi, serta listrik yang telah tersedia di hampir seluruh wilayah terdampak bencana.

Baca Juga

“Kemudian komunikasi, internet dan lain-lain juga berjalan lancar. Puskesmas, rumah sakit umum, di semua wilayah yang terdampak, 52 kabupaten/kota juga berjalan lancar,” kata Tito, Sabtu (21/3/2026).

Dari sisi ekonomi, Tito menjelaskan bahwa pasar-pasar di wilayah terdampak bencana telah beroperasi. Bahkan, sejumlah pasar di wilayah Aceh Tamiang tampak dipadati masyarakat. Ia memastikan situasi di Kabupaten Aceh Tamiang berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Di sisi lain, para pengungsi yang sebelumnya berada di tenda telah dipindahkan ke hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah. Pada kesempatan tersebut, Tito menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang berkesempatan hadir di tengah masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang.

“Jadi, Alhamdulillah Bapak Presiden berkesempatan untuk hadir di Aceh, dan saya kira masyarakat Aceh sangat mengapresiasi,” katanya. 

Ia mengungkapkan Prabowo memberikan perhatian serius kepada tiga daerah terdampak bencana di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hal itu ditandai dengan kehadiran Presiden pada momentum tahun baru di Sumut, serta beberapa kali kunjungan di Sumbar.

“Beliau melaksanakan salat Idulfitri bersama-sama dengan pengungsi di Aceh Tamiang sebagai simbol menurut saya ya, kepedulian beliau terhadap para pengungsi dan juga musibah bencana yang lalu,” katanya.

Tito memastikan, Satgas PRR bersama pihak terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan percepatan pemulihan berlangsung secara optimal. Dengan dukungan berbagai pihak, ia berharap kondisi wilayah pascabencana Sumatera dapat pulih dan berlangsung normal sepenuhnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement