Jumat 13 Oct 2023 12:32 WIB

Korban Diduga Keracunan Sate Jebred di Perbatasan Garut-Tasikmalaya Bertambah

Total terdapat 54 orang yang diduga keracunan usai menyantap sate jebred.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ani Nursalikah
Bupati Garut, Rudy Gunawan, menjenguk  para pasien diduga keracunan yang dirawat di Puskesmas Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (10/10/2023).
Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Garut.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, menjenguk para pasien diduga keracunan yang dirawat di Puskesmas Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (10/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat masih terdapat penambahan jumlah korban diduga keracunan makanan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Berdasarkan data hingga Kamis (12/10/2023), total terdapat 54 orang yang diduga keracunan usai menyantap sate jebred.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, korban diduga keracunan makanan itu berasal dari dua wilayah, yaitu Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, dan Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Dari Kecamatan Cilawu, terdapat 42 orang diduga mengalami keracunan makanan.

Baca Juga

"Dua orang masih dirawat dan 38 orang sudah dapat pulang. Namun, seperti kabar sebelumnya dilaporkan dua orang dari Kecamatan Cilawu meninggal dunia," kata dia, Jumat (13/10/2023).

Sementara dari Kecamatan Cigalontang, terdapat 12 orang yang terkena dampak dugaan keracunan. Dari jumlah tersebut, dua orang masih dalam perawatan dan sembilan orang telah pulang. Namun, satu orang dari Kecamatan Cigalontang dilaporkan meninggal dunia.

 

Leli menyebutkan, korban terakhir meninggal dunia pada Rabu (11/10/2023). Korban berinisial R (35 tahun) itu dilaporkan makan sate jebred pada Sabtu (7/10/2023) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban bersama suami dan satu anaknya memakan sate jebred. Di hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB, korban merasakan mual dan tidak enak atau tidak nyaman perut.

"Keesokan harinya sekitar pukul 08.00 klien mual, muntah diare, mencret dan lemas. Pada senin pagi pukul 03.00 WIB klien merasakan keluhan semakin bertambah dan dibawa ke RS TNI Guntur. Pada Selasa pagi dini, pasien mengalami perburukan dan meninggal," kata Leli.

Menurut Leli, berdasarkan hasil asesmen, sebanyak 53 orang yang menyantap sate jebred itu mengalami gejala diare. Selain itu, ada pula gejala berupa mual, muntah, dan pusing.

Ia menambahkan, saat ini tim surveilans masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari kasus keracunan yang diduga dari makanan jebred ini. Ia pun meminta masyarakat yang mengalami gejala keracunan untuk segera mengakses fasilitas pelayanan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement