Rabu 11 Oct 2023 17:44 WIB

Dikabarkan Gabung TPN Ganjar, Gubernur Lemhannas: Saya Merah dan Ikuti Kebijakan PDIP

Gubernur Lemhannas sebut dia merah dan mengikuti kebijakan PDIP di Pemilu 2024.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto. Gubernur Lemhannas sebut dia merah dan mengikuti kebijakan PDIP di Pemilu 2024.
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto. Gubernur Lemhannas sebut dia merah dan mengikuti kebijakan PDIP di Pemilu 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto menjelaskan, dirinya belumlah menjadi bagian dari Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP). Namun, Andi mengungkapkan bahwa dirinya secara politik adalah "merah".

"Kalau seandainya memang mendapat penugasan itu, ya akan saya pertimbangkan. Karena bagi saya ini seperti sesuatu berulang setiap lima tahun 2009, 2014, 2019, tapi yang pasti secara politik saya ini merah dan selalu mengikuti arah kebijakan PDIP dalam membuat keputusan politik," ujar Andi di Kantor TPN GP, Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Baca Juga

Ia sendiri mengaku sudah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Apalagi ia merupakan bagian dari Tim 11 pemenangan Jokowi pada 2014.

"Kami dari Tim 11 yang dulu dibentuk oleh Bu Mega untuk membantu presiden Jokowi saat itu untuk pencalonan beliau, sudah mendapat arahan (Jokowi) untuk tetap berada di garisnya Bu Mega," ujar Andi.

 

"Seperti yang saya katakan tadi, itu bukan pilihan politik yang sulit buat saya, karena garis politik kami tetap merah dan tetap dengan PDIP," sambungnya.

Namun, ia menjelaskan sekali lagi bahwa dirinya saat ini belum menjadi bagian dari tim pemenangan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024. Kehadirannya adalah untuk menjelaskan politik 5.0.

"Nanti terkait dengan kampanye 2024 sebetulnya sudah beberapa kali diskusi dilakukan dan hari ini diminta khusus hadir jam empat sore. Untuk menjabarkan lebih detail dan lebih operasional tentang politik 5.0," ujar Andi.

Diketahui, Andi merupakan bagian Tim 11 untuk pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Selain Andi, beberapa nama lainnya adalah Cornelis Lay, Jaleswari Pramodhawardani, dan Teten Masduki.

Setelah Jokowi-JK ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, Tim 11 dibubarkan. Mantan anggota Tim 11 kemudian ditarik menjadi anggota Tim Transisi. dan Andi diangkat menjadi salah satu Deputi Tim Transisi.

Andi bersama sejumlah mantan anggota Tim 11 juga tergabung dalam tim penyusun Lembaga Kepresidenan dan Arsitektur Kabinet untuk pemerintahan Jokowi-JK. Format Kabinet Kerja Jokowi-JK saat itu adalah salah satu hasil Tim 11 yang disupervisi oleh Pratikno, yang sekarang menjadi Menteri Sekretaris Negara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement