Senin 01 Dec 2025 05:30 WIB

KBRI Lima Dorong Pengusaha Bolivia Tingkatkan Perdagangan dengan Indonesia

KBRI Lima ajak pengusaha Bolivia tingkatkan perdagangan dengan RI melalui forum bisnis 'Indonesia Update', sasar pasar non-tradisional.

Rep: antara/ Red: antara
KBRI Lima ajak pengusaha Bolivia tingkatkan perdagangan dengan RI.
Foto: antara
KBRI Lima ajak pengusaha Bolivia tingkatkan perdagangan dengan RI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima mendorong pengusaha Bolivia untuk meningkatkan perdagangan dengan Indonesia melalui temu bisnis "Indonesia Update" yang diadakan pada 28 November di Santa Cruz. Ricky Suhendar, Duta Besar RI untuk Peru dan Bolivia, mengungkapkan bahwa potensi ekonomi kedua negara sangat besar, namun nilai perdagangan saat ini belum mencerminkan kapasitas tersebut.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 70 pimpinan perusahaan Bolivia, Ricky memaparkan peluang Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN. Ia mengajak para pelaku usaha Bolivia untuk mengikuti Trade Expo Indonesia ke-41 tahun depan guna melihat langsung peluang investasi dan perdagangan yang ditawarkan Indonesia.

Temu bisnis ini digelar bersama Instituto Boliviano de Comercio Exterior (IBCE) dan dinilai sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan ekonomi kedua negara. Presiden IBCE Luis Ernesto Castedo Urzagaste mengungkapkan optimismenya bahwa "Indonesia Update" akan membuka jejaring bisnis baru dan mendorong interaksi dagang yang lebih intensif.

Menurut KBRI Lima, Bolivia dengan populasi 11,3 juta jiwa merupakan pasar menjanjikan bagi produk unggulan Indonesia seperti kendaraan, kopi, sabun, alas kaki, dan produk farmasi. Data dari Kementerian Perdagangan RI menunjukkan bahwa nilai perdagangan Indonesia-Bolivia pada 2024 mencapai 25,1 juta dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 7,5 juta dolar AS dan impor dari Bolivia mencapai 14,8 juta dolar AS.

Ricky menegaskan bahwa Indonesia siap memperkuat kolaborasi ekonomi melalui forum bisnis lanjutan, promosi investasi, dan fasilitasi perdagangan yang lebih intensif dengan Bolivia, sehingga membuka ruang kerja sama yang lebih luas jika pelaku usaha kedua negara meningkatkan konektivitas dan memperdalam hubungan dagang.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement