Senin 09 Oct 2023 21:56 WIB

Warga Lombok Antusias Ikuti Edukasi Daur Ulang Sampah Bersama Relawan Pandawa Ganjar

KEK Mandalika ini telah difokuskan untuk pengembangan pariwisata sport.

Pembersihan sampah dan pelatihan daur ulang sampah di pantai Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Foto: Dok. Web
Pembersihan sampah dan pelatihan daur ulang sampah di pantai Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK -- Masyarakat menyambut baik dan antusias dengan kegiatan Pandawa Ganjar terkait pembersihan sampah dan pelatihan daur ulang sampah di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi barang yang bisa dijual. 

Seorang warga yang ikut terlibat dalam kegiatan, Bukran (35 tahun), menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat  bagi masyarakat. 

Baca Juga

"Ini langkah yang luar biasa, ternyata sampah (yang di daur ulang) sangat bermanfaat sekali terhadap masyarakat, dan ini sangat komersil sekali, bisa dijual, di tataran nasional maupun internasional, karena di sini juga banyak bule," kata Bukran di pantai Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti dilansir pada Senin (9/10/2023). 

Hal senada juga disampaikan Maulani (24 tahun). Menurut dia, penting edukasi kepada masyarakat, khususnya anak muda tentang kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran sampah di Pantai Kuta, terlebih pantai ini berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Mandalika. 

 

"Kegiatannya bagus, apalagi untuk anak muda. Kita mengolah hasil plastik-plastik itu menjadi bahan-bahan bermanfaat seperti tas dan juga aksesoris lainnya," ucapnya. 

Koordinator Pandawa Ganjar Lombok Tengah, Hadinata (29 tahun), mengatakan pihaknya mengadakan pelatihan daur ulang sampah menjadi barang yang berdaya guna hingga kerajinan yang bisa dijual, seperti keranjang, tempat tisu, tas hingga pot bunga. 

Sampah yang dijadikan praktek dalam pelatihan itu di antaranya berasal dari kegiatan pemungutan sampah yang dilakukan Pandawa Ganjar di Pantai Kuta.

"Kami datangkan pelatih untuk bagaimana masyarakat bisa menciptakan produk dari sampah ini. Hasil dari produk ini berupa keranjang, tas, bisa  tempat tisu, pot bunga dan lain sebagainya," kata Hadinata di lokasi kegiatan. 

Hadinata menjelaskan pelatihan itu diikuti oleh masyarakat di sekitaran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Mandalika, Lombok Tengah. Sehingga hal itu dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Seperti dinukil dari Antara, KEK Mandalika ini telah difokuskan untuk pengembangan pariwisata olahraga yang menjadi ciri khas, sehingga ke depan direncanakan pembangunan sirkuit pacuan kuda dan lapangan golf.

Hadinata menambahkan, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,

Pandawa Ganjar juga berharap kegiatan ini dapat mengurangi jumlah sampah yang terbuang sia-sia, yang pada gilirannya akan membantu warga terhindar dari penyakit karena lingkungannya terjaga dengan kebersihan.

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement