Senin 09 Oct 2023 19:46 WIB

Bantu Penanganan Karhutla, Paman Birin: Terima Kasih, Pemerintah Pusat!

Paman Birin juga menginisiasi aksi kemanusiaan dalam penanganan karhutla di Kalsel.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin turun langsung ke lapangan turut membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Foto: dok Pemprov Kalsel
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin turun langsung ke lapangan turut membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap peran nyata pemerintah pusat dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerahnya dan provinsi lain Indonesia.

Ucapan terima kasih itu diutarakan Paman Birin dalam paparan tertulis disampaikan Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar saat menghadiri Rakor Khusus Peinngkatan Upaya Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023 , di Kantor Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Jakarta, Senin (9/10/2023).

Dituliskan Gubernur Kalsel, respon cepat BNPB, Kementerian LHK terhadap usulan Kalsel terkait pentingnya bantuan Heli WB, Heli Patroli dan Teknologi  Modifikasi Cuaca (TMC ) atau hujan buatan, selain kerja keras segenap komponen masyarakat sangat membantu dalam penanganan karhutla dan masalah kekeringan.

"Saat ini kabut asap di Kalsel akibat karhutla selama sepekan terakhir terlihat berkurang dan terus dan  senoga terus berkurang ," ucap Paman Birin yang dungkap Roy Rizali.

 

Kondisi ini berdampak pada cerahnya kembali langit di sejunlah wilayah Kalsel. Paman Birin berharap hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir di sebagian wilayah Kalsel mampu mengakhiri masalah kabut asap.

Menurut Paman Birin dalam  menanggulangi permasalahan Karhutla di Kalsel sangat dibantu TNI/ POLRI, petugas Kementerian KLK di daerah, para relawan dan petugas pemadam gabungan dari unsur masyarakat."Penanganan Karhutla perlu pemantapan koordinasi melibatkan semua pihak, baik Pemerintah Pusat , Provinsi, Kabupaten/Kota, swasta dan segenap komponen," ungkapnya.

Kawasan objek vital perekonomian seperti wilayah Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru hingga hari ini tetap menjadi fokus utama. Pemprov Kalsel juga bersinergi dengan BNPB dengan mengusulkan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Heli WB dan Heli Patroli. Termasuk dengan Badan Riset Inovasi Nasional juga Badan Restorasi Gambut dan KLH.

Paman Birin menjelaskan, upaya atau langkah langkah penanganan karhutla di daerahnya selain pengoptimalkan satgas darat dan udara, membangun infrstruktur juga merangkul lembaga lembaga lain yang turut berkontribusi termasuk perguruan tinggi.

Gubernur Kalsel juga menginisiasi aksi kemanuasiaan seperti pembagian masker, distribusi air bersih ke pelosok terdampak kekeringan, pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin  gratis dengan mengerahkan SKPD SKPD. Hal sama juga dilakukan Pemerintah Kabupaten/ Kota se Kalimantan Selatan.

Sementara itu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam arahannya memberikan apresiasi langkah langkah strategis yang telah dilakukan Provinsi Kalsel. Mahfud juga mengapresiasi upaya dan kerja keras daerah lain dalam menanggulangi karhutla, kabut asap dan kekeringan.

Menpolhukam juga menyampaikan pesan penting antara lain, daetah perlu lebih menperkokoh komitmen dalam upaya menangani masalah karhutla dengan cara memantapkan atau. mempertajam program program pencegahan dan penanggulangan karhutla. Kepala daerah diminta terus memonitor kondisi terkini karhutla dengan mencermati data data BMKG.

Selain itu juga meningkatkan patroli rutin gabungan bersama komponen. Satu hal yang tidak kalah penting, tutur Mahfud adalah, tegas dalam penegakan hukum dalam penanganan karhutla.

"Jika di daerah  karhutlanya meningkat dan memberikan dampak bagi aktivitas atau petekonomian maka jangan ragu.untuk menaikan status ke tanggap darurat seeta penyediaan alokasi anggaran BTT," tutur Mahfud.

Daerah harus meningkatkan infrastruktur pencegahan dan penanggulangan karhutla. Rakor Khusus Peingkatan Penanggulangan karhutla selain dihadiri pimpinan lembaga terkait tingkat pusat juga dihadiri Pangdam VI Tanjungpura,   Mayjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M, Kapolda Kalsel - Irjen Pol Andi Rian Djajadi dan  Danrem 101 Ant - TNI Ari Aryanto.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement