Ahad 08 Oct 2023 18:18 WIB

LRT Masuk Bogor, Ini Detail Perencanaannya

Rencana Light Rail Transit (LRT) sampai ke Kota Bogor sudah ada sejak 2018.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Natalia Endah Hapsari
Jika LRT masuk ke Kota Bogor akan sejalan dengan penataan transportasi di Kota Bogor./ilustrasi
Foto: dok istimewa
Jika LRT masuk ke Kota Bogor akan sejalan dengan penataan transportasi di Kota Bogor./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, menyebut bahwa rencana Light Rail Transit (LRT) sampai ke Kota Bogor sudah ada sejak 2018. Hal itu sejalan dengan penyerahan aset Terminal Baranangsiang ke Pemerintah Pusat di tahun tersebut. “Ya itu memang sudah ditunggu-tunggu, sejak 2018 diserahkan (aset) Terminal Barangsiang ke pemerintah pusat, itu gayung bersambut, LRT berhenti di Barangsiang,” kata Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo, Ahad (8/10/2023).

Eko menyebutkan, penyerahan pengambilalihan pengelolaan aset Terminal Tipe A Baranangsiang dari Pemkot Bogor ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah ditandatangani Wali Kota Bogor Bima Arya sejak 12 Februari 2018. Penyerahan ini berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang menyatakan bahwa pengelolaan terminal tipe A merupakan urusan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Baca Juga

Lebih lanjut, Eko menjelaskan, jika LRT masuk ke Kota Bogor akan sejalan dengan penataan transportasi di Kota Bogor. Terminal Baranangsiang akan dijadikan Transit Oriented Development (TOD), yang menjadi modal transportasi terpenting untuk pengembangan pergerakan transportasi di Kota Bogor sendiri.

Sementara itu, sambung Eko, jauh sebelumn ini pemerintah pusat saat itu masih belum memastikan siapa pihak ketiga yang akan menjalankan pembangunan LRT, baik itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau investor asing.

“(LRT berhenti di Terminal Baranangsiang) kan sudah ada kajiannya. Memang di satu sisi masih ada yang bilang (berhenti) di Tanah Baru, tapi sisi lain adalah itu (Terminal Barangsiang), dengan nanti berkenaan dengan trem menyambut itu, salah satu titik simpul gerbong di Barangsiang,” ucap dia. 

Kepastian lainnya LRT berhenti di Terminal Barangsiang, disampaikan Eko, ialah pada saat rapat dengan BPTJ di mana tertuang dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek. Ditambah lagi dengan adanya pernyataan Presiden Jokowi, yang menyebut bahwa LRT akan sampai ke Kota Bogor.

“Hanya waktu itu masih apakah Kerja Sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau memang pemerintah murni yang membiayai atau BUMN murni, ini kan berarti Pak Jokowi sudah mengatakan seperti itu penugasan sudah ada di Kemenhub,” jelasnya. 

Pada kesempatan itu, Eko juga menyambut baik rencana tersebut karena transportasi di Kota Bogor akan smakin tertata. Sekaligus memperkuat rencana revitalisasi Barangsiang yang menjadi simpul terpenting untuk TOD.

“Dishub Kota Bogor memberikan saran agar ada simultan, artinya LRT dibereskan kemudian Terminal Barangsiang juga dibereskan supaya TOD Ciamik dan cantik. Semakin banyak pemerintah menyiapkan berbagai model pergerakan masyarakat untuk naik transportasi maka pemerintah dikatakan semakin berhasil memberikan pelayanan di bidang transportasi,” ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan menteri, kepala lembaga dan pemerintah daerah terkait untuk melakukan studi pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Kota Bogor. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, menyambut baik arahan Presiden tersebut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement