Ahad 08 Oct 2023 00:58 WIB

Galon Jadi Perbincangan, Pakar: Kalau Mau Aman Pakai Bahan Organik

Pakar sebut bahan organik plastik berbasis pati saat ini masih mahal untuk industri

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Proses pengisian air minum dalam kemasan galon (ilustrasi). Pakar sebut bahan organik plastik berbasis pati saat ini masih mahal untuk industri
Foto: Dok Aqua
Proses pengisian air minum dalam kemasan galon (ilustrasi). Pakar sebut bahan organik plastik berbasis pati saat ini masih mahal untuk industri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbincangan publik tengah diramaikan dengan isu Bisphenol A (BPA) yang disebut-sebut berada di air minum dalam kemasan (AMDK) galon berbahan polikarbonat (PC). Sejumlah kampanye pun bermunculan untuk menggunakan kemasan air minum bebas BPA.

Hanya saja menurut Guru Besar Bidang Pemrosesan Pangan Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip), Andri Cahyo Kumoro, kemasan lain yang tidak menggunakan BPA belum tentu lebih baik.

"Tidak mengandung BPA belum tentu juga tidak mengandung bahan berbahaya lainnya," jelas dia, Sabtu (7/10/2023).

Dia menerangkan, sebagaimana BPA dalam galon PC, di dalam AMDK non PC alias PET atau galon sekali pakai juga mengandung senyawa kimia yang bisa mengotori air minum. Salah satunya saja, kata dia, senyawa antimon (Sb), Asetaldehida, atau senyawa logam lain yang juga dapat membahayakan tubuh.

Menurut dia, PET dibuat dari bahan baku asam tereftalat dan etilen glikol dengan bantuan katalis berbasis antimon, Germanium, atau Titanium. Suhu penyimpanan yang tinggi dan penyinaran sinar matahari secara langsung dapat meningkatkan pelepasan zat antimon ke dalam air.

Antimon merupakan salah satu pencemar air minum yang utama, yang melebihi tingkat kontaminan maksimum (MCL), yaitu 6 ppb, dalam beberapa kondisi penggunaannya. Paparan antimon dalam jangka pendek dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, dan diare.

Selain itu, menurut Andri, kolesterol darah yang lebih tinggi dan gula darah yang lebih rendah adalah efek samping lain yang sering dilaporkan jika terpapar dalam jangka waktu yang lebih lama. Galon PET atau sekali pakai juga mengandung antimon trioksida, yang dianggap bersifat karsinogen yang bisa menyebabkan terjadinya kanker pada sel-sel tubuh.

Migrasi antimon dari AMDK PET ke dalam air telah ditemukan dalam penelitian yang dilakukan Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bahaya galon PET juga ditambah dengan kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol dalam kemasan.

Dia menjelaskan, setiap bahan kimia itu memiliki ambang batas yang berbeda-beda. Sehingga, jangan dianggap kalau bahan kimia itu sama nilai ambang batasnya. Dia melanjutkan, penanganan bahan baku, produk dan kemasan itu menjadi bagian penting juga dalam bisnis makanan dan minuman termasuk yang siap saji.

"Kalau mau aman itu ya bisa menggunakan bahan organik, degradable dan aman seperti plastik berbasis pati, lipid, rumput laut atau campuran dan turunannya. Tapi itu kan mahal cost-nya, tidak efisien untuk industri," kata dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement