Kamis 05 Oct 2023 22:46 WIB

Pelaku Pencabulan 35 Anak di Pasaman Rekam Aksi Bejatnya

Pelaku memberikan iming-iming permen dan nonton video porno pada korbannya.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus raharjo
Pencabulan (ilustrasi)
Foto: bhasafm.com
Pencabulan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PASAMAN--Kapolres Pasaman, AKBP Yudho Huntoro, mengatakan pelaku pencabulan RP (25 tahun) terhadap 35 orang anak juga membujuk para korban dengan tontonan video porno. Selain itu, RP menurut Yudho juga membujuk dengan memberikan permen serta rokok.

Setelah berhasil membujuk para korban, RP membawa ke sebuah tempat untuk kemudian melakukan aksi pencabulan. “Pelaku (RP) membujuk dengan meminjamkan HP kepafa korban untuk menonton video porno. Setelah itu ia melakukan aksinya,” kata Yudho, Kamis (5/10/2023).

Baca Juga

 

Yudho menyebut saat melakukan aksi bejatnya, RP juga membuat rekaman video. Yudho menyebut beberapa rekaman video cabul yang dibuat RP telah dihapus. Tapi masih ada beberapa sisa video yang nanti akan dijadikan barang bukti perbuatan RP.

 

 

"Dia (RP) kalau berbuat (cabul) direkam. Sepertinya untuk konsumsi dia sendiri," ujar Yudho.

 

Polisi, menurut Yudho, masih menelusuri apakah pelaku menyebarluaskan video yang ia buat tersebut. Saat ini, RP sudah ditahan di markas Polres Pasaman untuk proses hukum lebih lanjut.

 

Sementara warga Nagari Bahagia Padang Galugua, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, menghancurkan rumah tempat RP tinggal. Massa menghancurkan rumah RP karena emosi terhadap ulah pelaku merusak anak-anak yang usianya masih 9-13 tahun.

Di mana semua korban aksi bejat RP yang sampai saat ini sudah berjumlah 35 orang tidak lain adalah warga sekitar tempat tinggal pelaku. Wali Nagari Bahagia Padang Galugua, Ali Fitra, membenarkan rumah pelaku itu telah hancur. Ali enggan berkomentar banyak terkait insiden ini.

“Iya. Itu kan sesuai yang keluar di media. Iya karena emosi,” kata Ali, Rabu (4/10/2023).

Ali tidak mengetahui pasti keberadaan keluarga pelaku. Saat massa mendatangi kediaman pelaku, keluarganya tidak berada di rumah. “Keluarganya pelaku kurang jelas keberadaannya. Yang jelas tidak di kampung ini lagi. Tidak ada di rumah,” ujar Ali.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement