Senin 02 Oct 2023 16:10 WIB

Sampah Sebabkan Polusi Udara, Gunungkidul Bangun Tempat Pengelolaan Sampah

Polusi udara dari sampah kian merusak sektor pariwisata.

Sampah di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta, kian menyebabkan polusi udara dan merusak sektor pariwisata.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sampah di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta, kian menyebabkan polusi udara dan merusak sektor pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun Tempat Pengolahan Sampah metode 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) Girikarto di Kawasan Pelabuhan Gesing untuk mengatasi persoalan sampah daerah setempat. Sub Koordinasi Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Dwi Wiyani di Gunungkidul, Senin (2/10/2023) mengatakan, di Kawasan Pantai Gesing menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru karena adanya proyek pembangunan Pelabuhan Gesing, perhotelan, dan kafe.

"Pemkab Gunungkidul membangun tempat pembuangan sampah karena menyebabkan polusi udara dan merusak sektor pariwisata. Adapun pembangunan diusulkan melalui dana keistimewaan milik Pemerintah DIY," kata Dwi Wiyani.

Baca Juga

Ia mengatakan, Kawasan Pantai Gesing menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Di Kawasan tersebut tumbuh pesat karena adanya destinasi wisata seperti Puncak Segoro, HeHa Ocean View, Teras Kaca dan lain sebagainya. Perkembangan ini harus diantisipasi, salah satunya menyediakan TPS.

Dinas Lingkungan Hidup sudah membuat program untuk pembangunan TPS 3R di wilayah Kalurahan Girikarto. Adapun lahan sudah disediakan dengan luasan sekitar 3.000 meter persegi.

“Adanya destinasi wisata unggulan serta Pelabuhan Gesing, maka perkembangan kawasan ini akan cepat. Jadi, kami berusaha melengkapinya dengan membangun TPS 3R,” katanya.

Dwi Wiyani mengatakan, pembangunan membutuhkan TPS 3R di Girikarto membutuhkan anggaran sekitar Rp1 miliar. Adapun prosesnya dengan mengajukan bantuan ke Pemerintah DIY melalui dana keistimewaan.

“Kami sudah mengajukan kebutuhan anggarannya. Mudah-mudahan Paniradya bisa menyetujuinya,” katanya.

Menurut dia, potensi perkembangan wilayah yang semakin cepat, maka lokasi pengolahan sampah harus dipersiapkan. Tujuannya agar tidak menimbulkan masalah kelak di kemudian hari.

“Memang harus diantisipasi sejak awal sehingga sampah tidak menjadi masalah karena sudah ada lokasi untuk pengolahannya. Makanya kami berharap, usulan kami bisa disetujui,” katanya.

Dukuh Bolang di Girikarto Sukirjo mengatakan wilayahnya bakal lebih maju karena adanya Pembangunan Pelabuhan Gesing. Meski sempat molor, namun proses sudah bagus dikarenakan bentuk pelabuhan hingga fasilitas pendukung seperti perkantoran sudah dibangun.

“Kolam untuk tempat sandar kapal sudah mulai terlihat dan bangunan-bangunannya bagus. Meski ada beberapa yang masih dalam pengerjaan,” kata Sukirjo.

Ia mengatakan, pembangunan pelabuhan segera terselesaikan, sehingga keberadaan Pelabuhan bisa menjadi pengungkit untuk peningkatan perekonomian di masyarakat.

"Hal ini bisa saling melengkapi karena pariwisata di Kawasan Gesing juga berkembang pesat. Mudah-mudahan dengan adanya Pelabuhan bisa tambah maju lagi,” katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement