Rabu 27 Sep 2023 07:03 WIB

Selesaikan Hubungan Industrial, Buruh KSPSI Gelar Aksi dI PTPN III

KSPSI mendesak perusahaan untuk membayar upah kerja lembur pekerja.

Buruh melakukan aksi damai di Kantor Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Gedung Agro Plaza, Jakarta.
Foto: Dok. Republika
Buruh melakukan aksi damai di Kantor Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Gedung Agro Plaza, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan massa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani Nena Wea melakukan aksi demonstrasi damai di Kantor Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Gedung Agro Plaza, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/9). Massa buruh yang datang bukan hanya dari Jabodetabek tapi juga dari Medan, Sumatera Utara (Sumut). 

Buruh dari Medan harus menempuh perjalanan 30 jam menuju Jakarta. Mereka juga telah menyiapkan tenda jika diperlukan menginap di depan kantor PTPN lll. 

Ketua DPD KSPSI Sumut T Muhammad Yusuf mengatakan, demo ini dilakukan karena telah terjadi sengketa hubungan industrial di PT Sri Pamela Medika Nusantara anak perusahaan PTPN III itu dengan pekerjanya yang merupakan anggota KSPSI. 

"Kami menduga ada praktik Union Busting yang dilakukan PT Sri Pamela Medika Nusantara dengan melakukan PHK sepihak kepada Rio Affandi Siregar. Kemudian, terjadi mutasi secara bersama-sama terhadap Supriatno, Darwis Wijaya, Yudi Harjo, Edy Suryono, dan Dyan Wiradani Sitorus," katanya kepada wartawan Selasa (26/9). 

Yusuf mengungkapkan, upaya-upaya perundingan penyelesaian baik secara bipartit maupun tripartit dengan perusahaan seperti menemui jalan buntu.  

"Di Januari 2023, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut telah mengeluarkan anjuran agar Rio Affandi Siregar namun perusahaan tidak melaksanakannya. Ini artinya, perusahaan milik negara tidak patuh pada keputusan," tegasnya. 

Untuk itu, kata Yusuf, dalam demo itu buruh mendesak perusahaan untuk mencabut PHK sepihak terhadap Rio Affandi Siregar dan meminta perusahaan untuk mengembalikannya bekerja. Lalu, mendesak perusahaan untuk mencabut keputusan mutasi terhadap Supriatno, Darwis Wijaya, Yudi Harjo, Edy Suryono, dan Dyan Wiradani Sitorus. 

Selain itu, KSPSI mendesak perusahaan untuk membayar upah kerja lembur pekerja yang selama 7 tahun diduga tidak pernah dibayarkan. 

Sekedar informasi, aksi demonstrasi KSPSI ini akan dimulai sekitar 10.00 WIB. 500 massa buruh   memadati kawasan Kuningan, Jakarta Selatan Kantor PTPN lll. 

Dalam aksi tersebut, perwakilan massa aksi diterima untuk melakukan audiensi. Mereka bertemu dengan Kadiv SDM PTPN lll Yefri Yudianto dan Kadiv Hubungan Kelembagaan dan TJSL PTPN III Ridho Syahputra Manurung. 

Di dalam isi notulen pertemuan, Manajemen Holding PTPN lll berjanji akan menindaklanjuti tuntutan dari massa buruh. Ada dua pokok inti yang akan dilakukan Manajemen Holding PTPN lll (Persero). 

Pertama, Manajemen Holding PTPN lll (Persero) akan melakukan kunjungan kerja ke PT Sri Pamela Medika Nusantara pada hari Jumat (29/9) mendatang dalam rangka membahas aspirasi yang disampaikan buruh. 

Kedua, Manajemen Holding PTPN lll (Persero) meminta PT Sri Pamela Medika Nusantara melibatkan Rio Affandi Siregar bersama DPD KSPSI Sumut untuk melakukan tindak lanjut atas permasalahan tersebut. 

"Tentunya kami ingin baik buruh maupun perusahaan bisa bersama-sama mematuhi prinsip good corporate governance," ucap Manajemen PTPN lll.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement