Senin 25 Sep 2023 22:21 WIB

Jadi Ketum PSI, Kaesang Akui Adanya Privilege Sebagai Anak Jokowi

Kaesang Pangarep mengakui adanya privilege sebagai anak Jokowi dengan jadi ketum PSI.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie memberikan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua Umum PSI yang baru Kaesang Pangarep dalam Kopdarnas PSI di Jakarta, Senin (25/9/2023). Putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PSI periode 2023-2028.
Foto: Republika/Prayogi
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie memberikan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua Umum PSI yang baru Kaesang Pangarep dalam Kopdarnas PSI di Jakarta, Senin (25/9/2023). Putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PSI periode 2023-2028.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep resmi menerima mandat Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menunjuknya sebagai Ketua Umum PSI periode 2023-2028. Ia pun mengakui, adanya hak istimewa atau privilege sebagai anak Jokowi sebelum menerima posisi tersebut.

"Oh privilege, privilege selalu ada, sudah gitu aja," ujar Kaesang usai Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (25/9/2023) malam.

Baca Juga

"Ya privilege. Lah saya mengiyakan, kok masih diulang lagi," sambungnya menguatkan adanya hak istimewa tersebut.

Jokowi sendiri adalah sosok yang menjadi inspirasinya untuk terjun ke dunia politik. Ia mengakui, Jokowi memang bukanlah pemimpin yang sempurna. Namun, ayahnya itu adalah sosok yang benar-benar memiliki komitmen untuk bekerja demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Kita harus contoh dari Pak Jokowi adalah beliau tidak pernah lelah menjalankan amanat rakyat, obat capeknya adalah bersalaman dengan masyarakat, vitamin lelahnya adalah senyum dan kebahagiaan masyarakat yang beliau temui," ujar Kaesang.

"Boosternya adalah ketika beliau memutuskan kebijakan yang tepat bagi masyarakat Indonesia," sambungnya.

Alasan lainnya bergabung dan menjadi Ketua Umum PSI adalah untuk membantah rasa pesimistis para anak muda terhadap dunia politik. Tujuan besarnya adalah melahirkan optimisme kepada mereka.

PSI dipandangnya sebagai partai dengan idealisme dan integritas yang kokoh dan konsisten dalam perjuangan anak muda. Namun, hal tersebut tentu membutuhkan kekuatan yang sangatlah besar, khususnya dalam menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024.

"Kepada bapak, saya ingin menyampaikan, izin saya mau menempuh jalan saya Pak. Semoga Gusti Allah memberkahi jalan yang saya pilih ini," ujar Kaesang.

Di samping itu, ia langsung memasang target agar PSI lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen pada Pemilu 2024.

Rasa optimistisnya itu bukan tanpa alasan, sebab pemilih PSI sangat jelas, yaitu para nasionalis berjiwa muda. Mereka orang-orang muda yang sudah bosan dengan praktik korupsi dan diskriminasi.

"Saya seorang yang optimis, target saya, insya Allah, PSI lolos parliamentary threshold 4 persen dan PSI ada di Senayan di 2024," ujar Kaesang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement