Ahad 17 Sep 2023 19:56 WIB

Nurul Ghufron Mengaku tak Tahu Pimpinan KPK yang Temui Tahanan

Waka KPK Nurul Ghufron mengaku tidak tahu pimpinan yang menemui tahanan.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Bilal Ramadhan
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Waka KPK Nurul Ghufron mengaku tidak tahu pimpinan yang menemui tahanan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Waka KPK Nurul Ghufron mengaku tidak tahu pimpinan yang menemui tahanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengaku tidak tahu siapa sosok pimpinan KPK yang diduga bertemu dengan salah satu tahanan kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) di lantai 15 Gedung Merah Putih. Ia pun menyerahkan penanganan kasus ini kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Saya sendiri tidak tahu, karenanya kita ikuti saja prosedur dan ketentuan yang akan atau sedang dilakukan oleh Dewas. Mohon menunggu di Dewas saja," kata Ghufron di Jakarta, Ahad (17/9/2023).

Baca Juga

Ghufron enggan berkomentar lebih banyak soal dugaan pertemuan itu. Namun, dia menyebut, beberapa waktu kedepan, Dewas kemungkinan bakal melakukan klarifikasi mengenai hal ini.

"Itu kasusnya sedang dilaporkan dan karenanya mungkin akan diklarifikasi di Dewas," ujar Ghufron.

Adapun Dewas KPK telah menerima laporan adanya dugaan tahanan menemui Pimpinan KPK di lantai 15. Menurut Anggota Dewas KPK, Harjono, dalam laporan itu, sosok pimpinan yang diadukan adalah Johanis Tanak.

"Yang dilaporkan JT (Johanis Tanak)," kata Harjono, Kamis (14/9/2023)

Namun, Harjono belum menjelaskan lebih rinci mengenai laporan tersebut. Dia menyebut, hingga kini pihaknya masih mendalami laporan itu. 

Di sisi lain, tahanan yang diduga bertemu Pimpinan KPK adalah Dadan Tri Yudianto. Dia merupakan eks Komisaris Independen Wika Beton yang kini mendekam di Rutan KPK lantaran terjerat kasus suap penanganan perkara di MA.

Meski demikian, Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak membantah dirinya menemui Dadan. Dia menegaskan bahwa tidak memiliki kepentingan, bahkan berinteraksi dengan tahanan maupun tersangka.

"Saya tidak kenal (Dadan Tri Yudianto). Saya tidak punya kepentingan dengan dia, apalagi untuk berinteraksi," kata Johanis kepada wartawan, Kamis.

Johanis memastikan, kabar pertemuan itu tidak pernah terjadi pada Jumat, 28 Juli 2023 atau setelah KPK melakukan rapat dengan TNI untuk membahas penetapan status tersangka Kabasarnas Marsdya Henri Alfiandi.

Sebab, ia mengungkapkan, setelah pertemuan itu dirinya ada kegiatan lain di luar kantor. “Selesai rapat dengan TNI dan selesai doorstop, saya langsung pergi latihan menembak,” ungkap dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement