Rabu 13 Sep 2023 20:02 WIB

PPP Ingatkan Demokrat, Jika Berkoalisi Harus Komitmen Menangkan Ganjar

PDIP akui komunikasi dengan Partai Demokrat kini sudah berjalan cair.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Plt Ketua Umum PPP Mardiono
Foto: Republika/Prayogi
Plt Ketua Umum PPP Mardiono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono mengatakan, kerja sama politiknya masih membuka pintu seluas-luasnya bagi yang ingin bergabung. Termasuk kepada Partai Demokrat yang saat ini masih "menjomblo" usai keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Namun, ia mengingatkan kepada Partai Demokrat soal komitmen jika ingin bergabung dalam kerja sama politiknya. Terutama komitmen untuk memenangkan Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Baca Juga

"Cuman satu hal yang dipersyaratkan adalah memiliki komitmen ya, bahwa tujuan dari bergabung ini adalah untuk memenangkan ya calon yang sudah kita tentukan dan kemudian ke depan adalah bersama-sama untuk membangun bangsa ini, untuk mensejahterakan rakyat," ujar Mardiono di Kantor Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar, Jakarta, Rabu (13/9/2023).

Situasi politik Indonesia saat ini juga masih sangat dinamis, meskipun sejumlah partai politik sudah menyatakan sikapnya untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Karenanya, pengusung Ganjar masih terbuka kepada partai politik lain yang ingin bergabung.

"Manakala nanti pacarannya putus ya, manakala, itu masih bisa saja sebelum janur kuning, sekali lagi ditentukan di pelaminan. Jadi ini masih dinamis, tetapi kami terbuka, jadi tidak menutup kemungkinan juga ada nanti akan bergabung bersama dengan keempat partai politik ini," ujar Mardiono.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto juga mengatakan saat ini sudah terjalin komunikasi yang cair dengan Partai Demokrat. Namun untuk mencapai kesepakatan kerja sama, ia mengingatkan kerja sama tersebut bukan soal kekuasaan.

"Kami juga memberikan penjelasan, bekerja sama dengan PDI Perjuangan, Pak Ganjar Pranowo bukan ingin berkuasa, tetapi tuanku adalah rakyat, jadi berbeda dengan yang di sana," ujar Hasto.

"Jadi ini yang mendasari, sehingga komitmen terhadap bangsa dan negara ini harus dikedepankan. Dan kami percaya Demokrat juga mengedepankan hal itu," katanya melanjutkan.

Komunikasi antara PDIP dengan Partai Demokrat sudah terjalin dalam tiga tahap. Pertama, antara Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kedua adalah komunikasinya dengan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya. Terakhir adalah komunikasi antara kedua partai politik di DPR.

"Ini merupakan hal yang positif, kerja sama itu merupakan bagian dari dedikasi bagi bangsa dan negara. Sehingga ketika nantinya misalnya ada jodoh itu akan sama-sama memperkuat," ujar Hasto.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement