Ahad 10 Sep 2023 22:40 WIB

DLH Jaksel Peringatkan Pabrik Beton Kurangi Polusi Udara

Industri pabrik beton siap pakai di Jakarta Selatan diminta perbaiki fasilitas.

Industri pabrik beton siap pakai di Jakarta Selatan diminta perbaiki fasilitas untuk kurangi polusi udara.
Foto: republika
Industri pabrik beton siap pakai di Jakarta Selatan diminta perbaiki fasilitas untuk kurangi polusi udara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota Administrasi Jakarta Selatan memperingatkan industri pabrik beton siap pakai atau Concrete Batching Plant (CBP) untuk mengurangi dampak polusi udara. "Kami sudah memperingatkan untuk memperbaiki fasilitas," kata Kepala Sudin LH Jakarta Selatan Mohamad Amin saat dihubungi di Jakarta, Ahad (10/9/2023).

Amin menuturkan, imbauan perbaikan fasilitas itu meliputi pemasangan jaring paranet dengan ketinggian minimal 6 meter di seluruh sisi lokasi kegiatan dan membersihkan mesin penghisap debu (filter dust collector). Lalu, penyiraman material atau bahan baku, pembersihan lanskap, serta pembersihan kendaraan saat keluar masuk lokasi kegiatan.

Baca Juga

"Kami meminta mereka mengganti atau memperbaiki jaring paranet yang kondisinya sudah renggang, robek, bolong, ataupun hilang," katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta sejumlah industri tersebut untuk mendukung penghijauan dengan menanam pepohonan tinggi di sekitar batas lokasi kegiatan. Kemudian, industri itu diharuskan melakukan pemeliharaan terhadap penghijauan yang sudah tersedia di lokasi kegiatan.

"Kita juga melihat penghijauan di area kegiatan, lalu kita lakukan pemantauan kualitas udara ambien dan kebisingan, untuk mengendalikan dampak pencemaran udara," ucapnya.

Adapun lima industri dalam pengawasan, yakni PT Pioner Beton Setiabudi, PT Pioner Beton Casablanca, PT Adimix RMC Lenteng Agung, Verlap CBP PT Adhimix RMC (Plant Kasablanka) Sahardjo, dan PT Solusi Bangun Beton / Dynamix Pondok Indah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyegel tiga perusahaan penampungan (stockpile) batu bara yang berpotensi mencemari lingkungan.

Ketiga gudang batu bara yang ditutup, yakni PT Bahana Indokarya Global di Jakarta Timur, PT Trada Trans Indonesia serta PT Trans Bara Energy yang dua-duanya di wilayah Jakarta Utara. Selain itu, pemerintah juga menutup sementara perajin arang batok di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono juga meminta agar seluruh gedung milik Pemprov DKI dipasang alat kabut udara (water mist) untuk menekan polusi udara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement