Ahad 03 Sep 2023 19:45 WIB

KLHK Terus Upayakan Tangani Karhutla di Sumsel

KLHK sebut akan terus mengupayakan penanganan karhutla di Sumsel.

Petugas dari satgas gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berusaha memadamkan kebakaran. KLHK sebut akan terus mengupayakan penanganan karhutla di Sumsel.
Foto: Antara//Auliya Rahman
Petugas dari satgas gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berusaha memadamkan kebakaran. KLHK sebut akan terus mengupayakan penanganan karhutla di Sumsel.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan terus mengupayakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra Selatan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK RI Thomas Nifinluri dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Minggu, mengatakan penanganan karhutla oleh Manggala Agni dan Satgas Dalkarhutla terus diupayakan, antara lain pada kejadian kebakaran di tiga titik areal gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, yakni di Desa Serdang, Kecamatan Pampangan, Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan dan Desa Perigi, Kecamatan Pangkalan Lampam.

Baca Juga

"Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Ogan Ilir, pada 2 September 2023 terdapat satu titik api di Indralaya. Di Lokasi ini sudah dilakukan pendinginan oleh tim Manggala Agni dan saat ini kondisi sudah padam. Untuk memantau kondisi daerah rawan karhutla terus dilakukan patroli, baik di darat maupun melalui udara," katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan data yang dihimpun oleh KLHK hingga 2 September 2023, jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumsel sebanyak 83 titik.

Sementara luas karhutla tahun 2023 periode 1 Januari-31 Juli 2023, seluas 1.178,50 hektare, jika dibandingkan tahun 2022 dengan periode yang sama seluas 2.445,62 hektare, maka luas karhutla tahun 2023 di wilayah Sumsel mengalami penurunan sebesar 1.267,12 hektare atau sekitar 51 persen.

Thomas mengatakan berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumsel pada 3 September 2023, angka indeks standar pencemar udara (ISPU) Kota Palembang adalah 58 (PM10). Angka tersebut termasuk pada kategori sedang, artinya kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan.

Dari analisis arah angin bertiup dari tenggara ke barat laut, diduga membawa asap sebagian dari OKI ke arah Kota Palembang, namun pantauan ISPU selama enam hari terakhir, mulai dari 29 Agustus-3 September 2023, masih berada pada kategori sedang dengan nilai antara 43 hingga 59.

"Hingga saat ini aktivitas masyarakat masih berjalan dengan normal dan tidak ada gangguan penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, dengan jarak pandang lebih dari 10 km dengan cuaca cerah berawan," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement