Jumat 01 Sep 2023 18:47 WIB

Istana Bantah Rumor Peran Istana Jegal AHY Jadi Cawapres Anies

Surya Paloh diketahui kemarin sore menemui Presiden Jokowi di Istana.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani
Menteri Sekretaris Negara Pratikno
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Menteri Sekretaris Negara Pratikno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membantah rumor keterlibatan Istana untuk menjegal Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan. Pratikno menegaskan, Istana tidak tahu menahu soal manuver PKB yang menjalin kerja sama dengan Partai Nasdem.

"Ya kalau namanya tidak tahu sama sekali dan tidak ingin campur tangan kan jadi sama sekali itu tidak benar," tegas Pratikno dalam video yang diterima, Jumat (1/9/2023). 

Baca Juga

Pratikno mengatakan, istana sama sekali tidak mencampuri urusan capres cawapres. Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, juga tidak menghalangi orang lain untuk menjadi cawapres. 

"Kami di istana tidak mencampuri urusan pencapresan-pencawapres-an sama sekali. Pak Presiden sama sekali tidak mencampuri itu, apalagi menghalangi seseorang untuk menjadi cawapres, sama sekali tidak benar dan realitanya Bapak Presiden ya tidak tahu menahu gitu," ujarnya. 

Menurutnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pun tidak berkomunikasi soal itu. Begitu juga saat pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (31/8/2023) sore kemarin. 

"PKB tidak memberitahu, Pak Surya Paloh saat jumpa kemarin juga tidak memberitahu gitu. Jadi sama sekali tidak tahu dan tidak ada maksud sekalipun untuk menghalangi seseorang," jelasnya. 

Pratikno pun menegaskan, pemerintah mendukung sepenuhnya proses demokrasi agar berjalan dengan baik dan berkualitas. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement